“Jadi, anak-anak yang awalnya itu suka sepatu roda dan hanya bermain di kampung-kampung serta rumah mereka, kami sosialisasikan melalui facebook, yang kemudian dikumpulkan dalam komunitas ini, tanpa harus dipungut biaya jika ada yang ingin bergabung,” ungkap Eko Puji Widodo, Instruktur Freestyle Taman Samarendah di sela-sela pembagian takjil kemarin.
Lebih lanjut dijelaskannya, dalam sepekan setiap Sabtu dan Minggu sore mereka selalu berkumpul untuk berlatih di Taman Samarendah. Karena, dia mengaku pihaknya ingin lebih memasyarakatkan cabang olahraga seperu roda yang memang selama ini masih belum banyak diminati.
“Dalam komunitas sepatu roda ini kami akan melatih bagaimana teknik dalam sepatu roda. Nah untuk kelanjutannya itu tergantung dari orang tua si anak apakan masuk klub atau bagaimana. Makanya, disini peran orang tua itu sangat penting,” terang Eko.
Menurutnya, komunitas freestyle ini juga sebagai wadah pembinaan dan pemantauan potensi-potensi atlet-atlet, mulai dari usia dini. “Karena kami juga ingin mencetak atlet-atlet sepatu roda yang berprestasi yang memang selama ini masih kurang. Dengan adanya komunitas kami ini diharapkan akan lebih banyak lagi yang bergabung dengan kami,” pungkasnya. (rgn)