Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi daerah untuk memperkuat sektor pangan dan peternakan di tengah meningkatnya kebutuhan pasar di Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Pertanian Kubar Stepanus Alexander Samson mengatakan, Kubar memiliki luas wilayah mencapai 2.274,70 kilometer persegi dengan lahan potensial pemanfaatan pertanian sekitar 2.182 hektare. Potensi tersebut dinilai mampu mendukung pengembangan berbagai subsektor pertanian, termasuk peternakan.
“Dengan potensi wilayah dan lahan yang kita miliki, Kubar memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor peternakan. Ini harus dipersiapkan sejak sekarang agar bisa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” kata Stepanus kepada Korankaltim.com Rabu (6/5/2026).
Sektor pertanian hingga kini masih menjadi satu diantara penopang ekonomi masyarakat di Kubar. Beberapa komoditas utama yang berkembang di daerah tersebut meliputi padi, jagung dan durian pada subsektor tanaman pangan dan hortikultura, kemudian karet dan kelapa sawit pada subsektor perkebunan. Sementara pada subsektor peternakan, sapi dan babi masih menjadi komoditas unggulan masyarakat.
Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Timur turut membuka peluang besar bagi Kubar untuk menjadi daerah penyangga kebutuhan pangan, khususnya daging. Namun peluang tersebut juga menjadi tantangan karena membutuhkan kesiapan lahan dan sumber daya manusia peternak yang memadai.
“Sejak adanya IKN, kebutuhan pangan tentu akan meningkat. Ini peluang besar bagi Kubar untuk ikut mengambil peran sebagai daerah penyangga daging, tetapi tentu harus didukung kesiapan peternak dan pengembangan usaha yang lebih baik,” katanya.
Pengembangan sektor peternakan ke depan tidak cukup hanya mengandalkan pola pemeliharaan tradisional. Peningkatan kualitas ternak, manajemen pemeliharaan, hingga mutu genetik ternak perlu menjadi perhatian agar produk peternakan Kubar mampu bersaing dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Selain itu dukungan pemerintah dan pihak perusahaan melalui program pemberdayaan masyarakat juga dinilai penting untuk memperkuat pengembangan peternakan di daerah.
“Kalau potensi ini bisa dimaksimalkan bersama-sama, sektor peternakan bukan hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru bagi peternak di Kubar,” pungkas Stepanus.
Editor: Aspian Nur