Sebanyak 200 pasien katarak mendapat penanganan medis melalui program bakti sosial yang dilaksanakan pemerintah daerah bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Kaltim-Kaltara, tenaga kesehatan rumah sakit serta Dinas Kesehatan Kubar.
Bupati Kubar Frederick Edwin mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah jauh, tetap mendapatkan hak yang sama atas pelayanan kesehatan tanpa terkendala biaya,” kata Frederick, Sabtu (25/4/2026).
Kesehatan mata menjadi aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Katarak yang tidak ditangani dapat menghambat aktivitas, menurunkan produktivitas, hingga menyebabkan kebutaan.
Karena itu pemkab berupaya menghadirkan program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan spesialis.
Peserta operasi sebelumnya telah melalui proses skrining di 19 Puskesmas yang tersebar di sejumlah kecamatan. Langkah tersebut dilakukan agar pasien yang mengikuti operasi benar-benar sesuai indikasi medis dan menjadi prioritas penanganan.
Kepala Dinas Kesehatan Kubar Rita Sinaga mengatakan mereka memberikan perhatian kepada pasien yang datang dari wilayah kampung yang berjarak jauh dari Sendawar.
“Kami menyiapkan fasilitas penginapan bagi pasien dari daerah jauh agar mereka bisa menjalani tindakan medis dan masa pemulihan dengan lebih nyaman,” kata Rita
PERDAMI menurunkan 17 tenaga medis yang terdiri dari lima dokter spesialis mata dan 12 perawat untuk mendukung pelayanan bersama tim rumah sakit serta Dinas Kesehatan Kubar.
Selain membantu memulihkan penglihatan warga, program itu diharapkan membuat pasien kembali mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari serta meningkatkan produktivitas keluarga.
Pemkab Kubar berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat pelayanan kesehatan secara langsung, khususnya bagi warga yang membutuhkan penanganan penyakit mata.
Editor: Aspian Nur