Petugas Damkar Kubar, Lalimudin, mengatakan laporan awal kebakaran diterima dari masyarakat dan langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel dan armada ke lokasi kejadian.
“Kami menerima informasi sekitar jam 5 dari grup masyarakat, kemudian langsung bergerak ke lokasi,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, api diketahui telah membesar dan dengan cepat melahap bangunan rumah. Petugas pun berjibaku melakukan pemadaman dengan melibatkan sejumlah armada dari berbagai instansi.
“Ada dari Karhutla, Brimob dengan mobil AWC, dari Pos Pemadam Melak tiga unit, dari kecamatan satu unit, dari pos damkar dua unit, dari Barong, kemudian dari kabupaten empat unit ditambah satu unit rescue,” jelasnya.
Secara keseluruhan, pemadaman melibatkan sedikitnya belasan unit armada, termasuk dukungan dari UPTD Kehutanan MMB. Sinergi lintas instansi ini dilakukan untuk mempercepat pengendalian api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan satu orang petugas pemadam kebakaran mengalami luka bakar saat menjalankan tugas.
“Korban jiwa tidak ada, namun ada satu petugas damkar dari Melak yang mengalami luka bakar,” tambah Lalimudin.
Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik, meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Editor: Erwin