Ibadah yang menjadi bagian dari rangkaian Tri Hari Suci ini dimaknai sebagai momentum refleksi atas nilai pelayanan, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Kamis Putih mengingatkan umat pada peristiwa pembasuhan kaki para murid oleh Yesus Kristus sebagai simbol ketulusan dalam melayani. Nilai tersebut menjadi pengingat bagi umat untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun kehidupan sosial.
Bupati Kubar Frederick Edwin yang hadir dalam perayaan tersebut menekankan nilai pelayanan yang diteladankan dalam Kamis Putih relevan diterapkan tidak hanya dalam kehidupan beragama, tetapi juga dalam penyelenggaraan pemerintahan dan interaksi sosial.
“Semangat melayani dengan kerendahan hati menjadi hal penting, baik bagi jajaran pemerintah maupun masyarakat, agar tercipta kehidupan yang harmonis dan saling mendukung,” ujarnya.
Ia juga mengajak umat menjadikan perayaan ini sebagai penguat iman yang diwujudkan dalam kepedulian terhadap lingkungan.
“Iman yang kita rayakan harus tercermin dalam kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, termasuk menjaga bumi sebagai rumah bersama,” katanya.
Selain itu, ia menegaskan pemerintah daerah terus melanjutkan program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur jalan, penyediaan akses air bersih, hingga penguatan digitalisasi di tingkat kampung.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama yang selama ini telah terjalin baik di Kubar. Masyarakat diajak terus memupuk toleransi dan menjaga suasana kondusif di tengah keberagaman.
Editor: Erwin