Plt Kepala Dinas Pariwisata Kubar, FX Sumardi, mengatakan pengembangan pariwisata telah masuk dalam daftar 53 program prioritas kepala daerah dan berada pada urutan ke-11.
“Salah satu prioritas dari 53 program prioritas Pak Bupati kita adalah pengembangan pariwisata,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, keseriusan pemerintah daerah tidak hanya sebatas pada perencanaan, tetapi juga diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan. Salah satu fokus utama yakni peningkatan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju objek wisata.
Ia menilai, kemudahan akses menjadi faktor penting dalam menarik minat kunjungan wisatawan. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, mobilitas menuju destinasi wisata akan semakin lancar dan nyaman.
“Fokus pembangunan yang diarahkan pimpinan daerah salah satunya adalah akses jalan menuju objek wisata. Bagaimana membangun akses yang baik itu menjadi prioritas,” jelas Sumardi.
Selain pembenahan infrastruktur, pemerintah daerah juga menyiapkan strategi promosi yang lebih terarah melalui penyusunan Calendar of Event (CoE) 2026. Kalender ini disusun sebagai acuan bersama agar seluruh kegiatan pariwisata tersusun rapi, tidak saling tumpang tindih, serta mampu memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Dengan adanya kalender ini, promosi bisa dilakukan lebih awal. Wisatawan, pelaku usaha, dan media memiliki acuan jelas untuk merencanakan kunjungan maupun partisipasi,” katanya.
Dalam CoE 2026, berbagai agenda pariwisata dan budaya telah disusun sepanjang tahun. Pada Maret, kegiatan diawali dengan Festival Ramadan, Festival Beloan, serta Festival Durian yang menjadi salah satu daya tarik unggulan.
Memasuki April hingga Mei, akan digelar Festival Melapeh serta Event Trabas Pesona Wisata Kubar yang menyasar wisata minat khusus.
Selanjutnya pada Juni dan Juli, agenda dilanjutkan dengan Festival Danau Kelumpang dan Festival Tanjung Jaan, serta lomba seni daerah dan Festival Lawe Bulaau yang menjadi bagian dari penguatan seni dan budaya lokal.
Memasuki Agustus, pemerintah daerah juga menggelar pemilihan Duta Wisata dan Putri Pariwisata sebagai upaya promosi generasi muda.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan Festival Sarut, Festival Muara Lawa, dan Festival Kedang Pahu, sebelum ditutup pada Oktober melalui sejumlah agenda budaya seperti Festival Gemeoh, Festival Laliq Ugal, dan Festival Dahau.
Sumardi menambahkan, pengembangan pariwisata tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan masyarakat. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata.
“Kemajuan pariwisata Kutai Barat tidak terlepas dari sentuhan saran, masukan, serta ide dan gagasan dari masyarakat yang peduli terhadap kemajuan wisata,” ungkapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan, melestarikan alam, serta aktif mempromosikan potensi wisata daerah. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, sektor pariwisata di Kubar diharapkan mampu berkembang lebih pesat dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah.
Editor: Erwin