Usaha Kuliner di Kubar Terdampak Harga Cabai yang Meroket
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis : Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Kenaikan harga kebutuhan pokok pasca Idulfitri 1447 Hijriah mulai berdampak di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis : Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Kenaikan harga kebutuhan pokok pasca Idulfitri 1447 Hijriah mulai berdampak di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Tidak hanya dirasakan ibu rumah tangga, lonjakan harga terutama pada komoditas cabai kini juga membebani pelaku usaha kuliner.
Di Pasar Nala, Kecamatan Linggang Bigung, harga cabai tercatat mengalami kenaikan signifikan. Dari harga normal sekitar Rp50 Ribu per kilogram, sempat naik menjadi Rp80 Ribu saat Lebaran, dan kini menembus Rp135 Ribu per kilogram.
Ella, pedagang sayur menyebut kenaikan ini terjadi secara bertahap akibat tersendatnya distribusi barang dari daerah pemasok seperti Samarinda. Kondisi jalan yang kurang baik membuat pasokan datang terlambat sehingga memicu lonjakan harga.
“Harga normal biasanya Rp50 Ribuan, waktu Lebaran sudah naik jadi Rp80 ribu, sekarang sudah Rp135 Ribu per kilo,” ujar Ella, Kamis (26/3/2026).
Selain cabai, harga bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp45 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Sementara bawang putih masih relatif stabil di kisaran Rp40 ribu per kilogram.
Dampak kenaikan harga ini turut dirasakan oleh pelaku usaha rumah makan. Salah satunya Nuta, pemilik warung makan di kawasan Linggang Bigung. Ia mengaku harus memutar otak agar usahanya tetap berjalan di tengah harga bahan baku yang terus meningkat.
Cabai menjadi salah satu bahan utama yang paling berpengaruh terhadap biaya produksi. Hampir setiap menu masakan yang ia sajikan membutuhkan cabai sebagai bumbu dasar.
“Kami pasti terdampak, karena hampir semua masakan pakai cabai. Sekarang harganya tinggi sekali, jadi harus lebih cermat mengatur belanja bahan,” kata Nuta.
Untuk menyiasati kondisi tersebut Nuta mulai menyesuaikan penggunaan bahan serta melakukan sedikit perubahan pada menu yang disajikan. Meski begitu, ia berusaha agar cita rasa masakan tetap terjaga agar pelanggan tidak kecewa.
“Tidak bisa sembarangan juga mengurangi bahan, karena rasa harus tetap sama. Jadi kami siasati dengan mengatur porsi dan memilih bahan yang benar-benar diperlukan,” tambahnya.
Kondisi ini diharapkan tidak berlangsung lama dan distribusi bahan pokok bisa kembali normal, sehingga harga di pasaran dapat stabil dan pelaku usaha kecil seperti dirinya tidak terus terbebani.
Para pedagang dan pelaku usaha pun berharap adanya perhatian dari pihak terkait terhadap kelancaran distribusi, mengingat kondisi infrastruktur sangat berpengaruh terhadap kestabilan harga di daerah.
Editor: Aspian Nur

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
7 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG