Kegiatan ini menjadi bentuk pengecekan akhir kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi arus mudik serta perayaan Lebaran tahun ini.
Kapolres Kubar AKBP Boney Wahyu Wicaksono mengatakan, pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini difokuskan pada pemberian pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang akan melaksanakan mudik maupun merayakan Idulfitri di wilayah Kubar.
“Untuk Operasi Ketupat tahun 2026 ini, fokus kami tentu pada pemberian pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang akan melaksanakan mudik dan merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah,” kata Boney kepada Korankaltim.com disela apel pagi.
Pelayanan tersebut tidak hanya ditujukan bagi masyarakat yang berada di wilayah Kubar, tetapi juga bagi masyarakat dari luar daerah yang datang untuk merayakan Lebaran di Kubar.
Polres Kubar bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait lainnya telah mempersiapkan personel serta sarana pendukung operasi.
Dalam operasi tersebut, sekitar 402 personel gabungan dilibatkan untuk mendukung kelancaran pengamanan selama periode mudik hingga arus balik Lebaran. “Sekitar 402 personel dilibatkan dalam kegiatan operasi gabungan ini. Selain itu, kami juga menyiapkan sejumlah pos pelayanan yang akan mendukung kelancaran Operasi Ketupat,” papar Boney.
Secara keseluruhan terdapat 12 pos yang disiapkan untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut, terdiri dari satu pos terpadu, dua pos pelayanan serta sembilan pos pengamanan (Pos PAM) yang akan ditempatkan di sejumlah titik strategis di wilayah Kubar.
Keterlibatan berbagai unsur Forkopimda dan instansi terkait menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran operasi. Seluruh pihak diharapkan dapat bekerja sama dan bersinergi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa mudik Lebaran.
Selain pengamanan arus mudik dan arus balik, Polres Kubar juga mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang mungkin terjadi di lapangan, termasuk kemungkinan bencana alam. Kondisi cuaca yang kerap berubah dan hujan dengan intensitas tinggi dinilai berpotensi menimbulkan banjir maupun longsor di beberapa wilayah.
Kepolisian bersama pemerintah daerah juga melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bahan pokok penting menjelang Hari Raya Idulfitri. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama momen Lebaran. “Bersama Pemkab serta unsur Forkopimda lainnya, kami akan terus melakukan pengecekan terhadap ketersediaan bahan pokok di wilayah Kubar agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan kebutuhan tetap terpenuhi,” sebut Boney.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik diminta agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari kondisi kesehatan pengemudi, kelayakan kendaraan, hingga kelengkapan perjalanan lainnya.
Puncak arus mudik sendiri diprediksi terjadi pada 14-15 Maret serta 18-19 Maret pekan depan, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24-25 Maret serta 28-29 Maret.
Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 tersebut, diharapkan pengamanan mudik dan perayaan Idulfitri di wilayah Kubar dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Editor: Aspian Nur