Kepala Pelaksana BPBD Kubar Yudianto Rihartono mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan cuaca berdasarkan informasi prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurutnya, hujan dengan intensitas cukup tinggi masih berpeluang terjadi sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Berdasarkan informasi prakiraan BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Karena itu masyarakat kami minta tetap waspada,” kata Yudianto kepada KoranKaltim.com, Selasa (10/3/2026).
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kubar telah meningkatkan kesiapsiagaan personel serta melakukan pemantauan di sejumlah wilayah yang memiliki potensi bencana. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah kecamatan hingga kampung. Langkah ini untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat.
Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai maupun daerah rawan longsor diminta agar lebih berhati-hati, juga diminta segera melaporkan kepada BPBD apabila menemukan tanda-tanda awal terjadinya bencana.
“Kami juga meminta masyarakat yang berada di wilayah rawan agar terus memantau kondisi lingkungan sekitar dan segera melapor apabila terjadi situasi darurat,” ujar Yudianto lagi.
Dalam upaya memperkuat mitigasi bencana, BPBD Kubar juga telah menyusun peta risiko bencana yang menjadi acuan dalam perencanaan penanganan di daerah. Peta tersebut mulai disusun sejak 2025 dan memetakan berbagai potensi bencana seperti banjir, longsor, hingga angin kencang di sejumlah kecamatan.
Berdasarkan pemetaan tersebut, ancaman banjir masih menjadi risiko dominan di Kubar, terutama di wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai. Sejumlah kecamatan yang masuk kategori rawan banjir antara lain Long Iram, Tering, Melak, Muara Pahu, Damai, Mook Manaar Bulatn, dan Penyinggahan.
Selain Sungai Mahakam, BPBD juga mewaspadai potensi peningkatan debit Sungai Kedang Pahu yang melintasi Kecamatan Damai, Muara Lawa, dan Muara Pahu. Kenaikan debit pada dua sungai besar tersebut dinilai dapat memperbesar risiko banjir di beberapa wilayah sekaligus.
Di sisi lain, potensi longsor juga menjadi perhatian, khususnya di wilayah daratan tinggi. Kecamatan Linggang Bigung disebut sebagai salah satu daerah rawan karena memiliki karakteristik perbukitan dengan kontur tanah yang relatif labil, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Selain itu, potensi angin kencang juga dipetakan terjadi di beberapa wilayah seperti Kecamatan Barong Tongkok, Melak, Linggang Bigung, dan Jempang. Fenomena tersebut umumnya muncul secara tiba-tiba saat cuaca ekstrem.
BPBD Kubar mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan cuaca, serta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda awal bencana. Peta risiko bencana tersebut diharapkan menjadi dasar kesiapsiagaan bersama guna menekan potensi kerugian dan dampak yang ditimbulkan.
Editor: Aspian Nur