Wakapolres Kutai Barat, Kompol Subari, mengatakan Ramadan merupakan momen meningkatnya aktivitas masyarakat, baik dalam kegiatan ibadah maupun aktivitas ekonomi, seperti Pasar Ramadan yang melibatkan pelaku UMKM.
“Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting bagi masyarakat. Aktivitas meningkat, sehingga perlu pengamanan dan pengaturan yang tepat agar situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya dalam Apel Siaga yang digelar di halaman Mako Polres Kutai Barat, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, kepadatan di Pasar Ramadan berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban apabila tidak diantisipasi sejak awal. Karena itu, patroli akan difokuskan di kawasan pasar serta titik-titik yang menjadi pusat keramaian.
Selain pengamanan di pusat aktivitas ekonomi, Polres Kubar juga mengantisipasi aktivitas remaja yang kerap muncul selama Ramadan, seperti balap liar menjelang berbuka puasa, tawuran saat sahur, hingga perang sarung usai salat tarawih.
“Kita perlu mengantisipasi bersama berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban, termasuk sahur on the road yang sering disertai konvoi kendaraan dan penggunaan knalpot tidak standar,” tegasnya.
Ia menambahkan, penggunaan pengeras suara secara berlebihan saat membangunkan sahur juga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) jika tidak dilakukan secara bijak.
Di sisi lain, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat kelalaian saat memasak untuk berbuka maupun sahur. Selain itu, warga juga diminta waspada terhadap risiko pencurian rumah kosong ketika ditinggalkan untuk melaksanakan salat tarawih.
Faktor cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi turut menjadi perhatian, terutama di wilayah yang rawan banjir dan longsor. Untuk itu, Polres Kutai Barat memperkuat sinergi dengan instansi terkait guna meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana.
“Keberhasilan pengamanan Ramadhan tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh unsur, baik TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun masyarakat secara umum,” pungkasnya.
Editor: Erwin