Sabtu (21/2/2026) hari ini, Direktorat Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pertanian, tim Satgas Pangan bersama dinas terkait turun langsung melakukan pemantauan pasar dan sentra produksi.
Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono menegaskan, kunjungan tersebut bertujuan memastikan tiga hal utama, yakni ketersediaan, kelancaran distribusi dan stabilitas harga.
“Kami ingin memastikan barang tersedia di pasar, distribusinya lancar dan harga tetap dalam batas wajar. Itu yang menjadi fokus kami di Kubar,” ujarnya.
Tim melakukan pengecekan langsung ke pasar tradisional. Di lokasi tersebut, rombongan memantau harga beras, gula, telur, hingga cabai serta berdialog dengan pedagang terkait pasokan.
Dari hasil pemantauan, sebagian komoditas seperti beras dan gula mengalami kenaikan harga. Namun menurut Maino, kenaikan tersebut masih dalam batas terkendali dan dipengaruhi faktor distribusi.
“Sebagian besar kebutuhan pangan Kubar masih dipasok dari luar daerah, terutama Samarinda. Karena itu distribusi menjadi faktor kunci. Jika distribusi lancar, harga bisa lebih stabil,” jelasnya.
Selain pasar, tim juga meninjau distributor bahan pokok untuk memastikan rantai pasok berjalan baik. Rombongan kemudian mengunjungi kawasan peternakan dan persawahan sebagai bagian dari evaluasi potensi produksi lokal.
Maino menilai Kubar memiliki peluang besar untuk memperkuat produksi pangan sendiri sehingga ketergantungan terhadap pasokan luar daerah dapat dikurangi secara bertahap.
Dalam kesempatan tersebut, Maino juga menyoroti pentingnya kehadiran gudang Bulog di Kubar. Ia menyebut usulan Pemkab Kubar untuk membangun gudang filial Perum Bulog merupakan langkah strategis.
“Kalau ada gudang Bulog di sini, distribusi bisa lebih cepat dan efisien. Pemerintah daerah juga punya cadangan yang lebih kuat untuk menjaga stabilitas harga,” tegasnya.
Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI Anny Mulyani mengatakan, kunjungan tersebut sekaligus untuk melihat secara langsung perkembangan sektor pertanian di daerah.
“Kami mengunjungi beberapa wilayah yang memiliki potensi pertanian. Kementerian Pertanian ingin melihat bagaimana peningkatan produksi di Kutai Barat, termasuk peluang yang bisa dikembangkan ke depan,” kata Anny
Optimalisasi lahan dan dukungan infrastruktur pertanian akan menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas petani di Kubar.
Koordinator Tim Satgasda Pangan Polda Kaltim AKBP Haris Kurniawan menambahkan, pihaknya terus mengawal distribusi dari produsen hingga konsumen. Pengawasan dilakukan untuk mencegah penimbunan maupun permainan harga.
“Kami memastikan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat. Distribusi harus lancar dan kualitas pangan tetap terjaga,” sebut Haris
Terkait lonjakan konsumsi selama Ramadan dan menjelang HBKN, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan. “Kami pastikan stok aman. Tidak perlu panic buying. Belanjalah sesuai kebutuhan,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kubar AKP Khairul Umam menyampaikan, dari hasil sidak masih ditemukan beberapa komoditas di atas harga normal, terutama beras, telur, dan cabai. Meski demikian, secara umum ketersediaan bahan pokok dinilai cukup.
“Kami akan terus melakukan pemantauan bersama instansi terkait. Harapannya, dengan dukungan gudang Bulog ke depan, harga bisa lebih terkendali dan masyarakat tidak terbebani,” ujar Khairul.
Editor: Aspian Nur