Penyerahan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat waktu tanggap (response time) penanganan kebakaran, terutama di wilayah yang selama ini bergantung pada armada dari ibu kota kabupaten.
Sekretaris Kabupaten (Sekda) Kubar, Ayonius, menegaskan bahwa risiko kebakaran permukiman masih menjadi tantangan serius, mengingat luasnya wilayah dan kondisi geografis Kubar. Karena itu, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub-Urusan Kebakaran terus didorong secara bertahap.
“Pemerintah daerah berkomitmen agar pelayanan dasar di bidang kebakaran semakin merata. Dengan armada yang tersebar di kecamatan, penanganan awal bisa dilakukan lebih cepat sebelum bantuan dari pusat tiba,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Kepala Satpol PP Kubar, Yustinus Giri, menjelaskan bahwa pengadaan sarana dan prasarana tersebut bersumber dari APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025. Total anggaran untuk 10 unit mobil damkar mencapai Rp17.115.090.000, sedangkan 11 unit pompa apung senilai Rp1.954.488.000.
Menurutnya, seluruh unit telah melalui proses pemeriksaan administrasi dan uji teknis sesuai spesifikasi. Selain itu, personel dari kecamatan penerima juga telah mengikuti pelatihan pengoperasian selama tiga hari sebelum armada diserahkan.
“Langkah ini kami ambil agar sistem proteksi kebakaran tidak lagi terpusat di ibu kota kabupaten, tetapi menjangkau hingga tingkat kecamatan. Harapannya setiap wilayah memiliki kemandirian awal dalam menangani kebakaran,” jelasnya.
Sepuluh unit mobil damkar didistribusikan ke Kecamatan Tering, Muara Lawa, Muara Pahu, Nyuatan, Sekolaq Darat, Penyinggahan, Barong Tongkok, Linggang Bigung, Long Iram, dan Mook Manaar Bulatn. Sementara pompa apung ditempatkan di tiga pos damkar serta delapan kecamatan strategis guna memaksimalkan pemanfaatan sumber air alami seperti sungai dan danau, khususnya di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan besar.
Di sisi lain, BPBD Kubar juga menyerahkan lima unit mobil slip-on kepada Kecamatan Tering, Linggang Bigung, Nyuatan, Siluq Ngurai, dan Damai untuk memperkuat dukungan penanganan darurat di wilayah masing-masing.
Dengan penyerahan ini, seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Barat kini telah memiliki unit penanganan kebakaran, baik berupa mobil damkar maupun kendaraan slip-on, guna mempercepat respons awal saat terjadi kebakaran.
Ayonius berharap seluruh aset yang telah diserahkan dapat dijaga dan dirawat secara rutin, serta digunakan secara optimal dalam melayani masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara relawan di tingkat kecamatan dengan petugas inti kabupaten agar penanganan kebakaran berjalan cepat dan terintegrasi.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, perangkat terkait, dan relawan, kita optimistis penanggulangan kebakaran di Kubar semakin efektif dan merata,” pungkasnya.
Editor Aspian Nur