Ancaman banjir, tanah longsor hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi fokus utama penguatan mitigasi.
Sejumlah wilayah di Kubar telah dipetakan sebagai daerah rawan. Pemetaan ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana dapat bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika kondisi darurat terjadi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kubar Bambang Pramudito mengatakan, kesiapan tersebut dibangun melalui koordinasi lintas instansi, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) hingga aparat TNI dan Polri.
“Kami sudah melakukan rapat lintas OPD bersama TNI dan Polri. Jadi kesiapan personel maupun peralatan sudah kami pastikan,” ujar Bambang, Sabtu (7/2/2026).
Untuk ancaman banjir, BPBD Kubar memberi perhatian khusus pada kawasan bantaran Sungai Mahakam. Kecamatan Long Iram, Tering, Melak, Muara Pahu dan Penyinggahan masuk dalam zona rawan.
Selain itu daerah di sepanjang Sungai Kedang Pahu seperti Nyuatan, Damai dan Muara Lawa juga dipetakan memiliki risiko serupa.
Risiko tanah longsor juga masih mengintai, terutama di wilayah dengan kontur perbukitan dan aliran sungai. Bambang mencontohkan peristiwa longsor yang terjadi di Kampung Banggeris, Sungai Kedang Pahu, Kecamatan Damai.
“Waktu itu tidak ada korban jiwa. Ini menunjukkan warga sudah lebih waspada dan imbauan yang kami sampaikan mulai dipatuhi,” katanya.
Sementara itu untuk mengantisipasi karhutla, BPBD Kubar memperkuat peran Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat kampung. Hingga tahun lalu, sebanyak 490 warga telah dibekali pelatihan dasar penanggulangan kebakaran.
“Tahun ini jumlahnya akan kami tambah 493 orang lagi. Mereka menjadi barisan pertama ketika kebakaran terjadi di wilayahnya,” jelas Bambang.
Selain MPA, BPBD Kubar juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) guna mempercepat penanganan bencana di lapangan. Upaya mitigasi dini diperkuat dengan pemasangan rambu-rambu peringatan di kampung-kampung rawan bencana.
Untuk memperluas jangkauan penanganan, BPBD Kubar menjalin kerja sama melalui memorandum of understanding (MoU) dengan BPBD Kutai Kartanegara dan Mahakam Ulu (Mahulu), khususnya dalam penanganan bencana di wilayah perbatasan.
“Kalau bencana terjadi di perbatasan, kami langsung bersinergi. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada menghadapi puncak musim hujan Februari ini. Petugas kami siap berada di tengah masyarakat,” pungkas Bambang.
Editor: Aspian Nur