Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Satpol PP Kubar, Kamis (22/1/2026), sebagai bagian dari persiapan pendistribusian armada Damkar ke wilayah kecamatan.
Pelatihan tersebut berkaitan dengan pengadaan 10 unit mobil pemadam kebakaran pada tahun 2025 yang akan diserahkan masing-masing ke 10 kecamatan.
Sebelum serah terima dilakukan, Satpol PP Kubar menilai perlu adanya pembekalan teknis agar unit dapat dioperasikan secara optimal di lapangan.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kubar, Abdul Kadir, mengatakan kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci utama agar kendaraan pemadam kebakaran dapat dimanfaatkan secara maksimal saat terjadi kebakaran. Karena itu, pelatihan dilaksanakan terlebih dahulu sebelum unit diserahkan ke kecamatan.
“Setiap kecamatan mengirim lima orang personel untuk mengikuti pelatihan selama tiga hari. Mereka dibekali langsung oleh instruktur dari penyedia kendaraan, mulai dari pengenalan unit, fungsi peralatan, hingga teknik penyedotan dan penyiraman air,” jelas Abdul kepada Korankaltim.com
Ia menambahkan, selain pengoperasian, peserta juga diberikan pemahaman dasar terkait perawatan kendaraan. Hal ini penting agar unit Damkar yang nantinya berada di kecamatan dapat digunakan dalam jangka panjang dan tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kubar, Yustinus Giri, menegaskan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petugas kecamatan sebagai garda terdepan pelayanan pemadam kebakaran.
Menurutnya, kondisi geografis Kubar yang luas dan wilayahnya terpencar membuat pelayanan tidak bisa hanya bergantung pada Kota Sendawar.
“Jarak antar kecamatan cukup jauh. Karena itu, optimalisasi pelayanan Damkar di tingkat kecamatan sangat penting, terutama untuk penanganan kebakaran perumahan dan perkampungan warga,” ujar Yustinus.
Ia juga menyebutkan, mobil pemadam kebakaran tersebut tidak hanya difungsikan untuk kebakaran permukiman, tetapi juga sebagai dukungan apabila terjadi kebakaran lahan dan hutan. Meski penanganan karhutla merupakan kewenangan utama BPBD, Satpol PP dan Damkar siap melakukan dukungan dan kolaborasi lintas sektor.
Yustinus Giri mengakui, sebelumnya mobil Damkar sudah pernah dibagikan ke sejumlah kecamatan. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan kemampuan petugas dalam mengoperasikan kendaraan. Kondisi inilah yang menjadi alasan pelatihan dinilai sangat penting.
Ke depan, Satpol PP Kubar juga akan mendorong dukungan anggaran untuk operasional dan perawatan kendaraan. Menurutnya, perawatan merupakan aspek vital, mulai dari penggantian oli, ban, hingga filter mesin.
“Tanpa perawatan yang baik dan dukungan anggaran yang memadai, kendaraan bisa cepat rusak. Padahal jumlah armada cukup banyak dan sangat dibutuhkan masyarakat,” tutupnya.
Editor: Erwin