ambrol dan nyaris putus sejak Senin (29/12/2025) kemarin.
Kondisi tersebut menyebabkan hampir separuh badan jalan ambruk sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur utama penghubung Samarinda-Kutai Barat.
Kerusakan terjadi tepatnya di wilayah Kampung Muhur. Badan jalan tergerus derasnya arus air di bawah jalan akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Struktur aspal dan lapisan tanah penopang jalan dilaporkan amblas dan sangat berisiko dilalui kendaraan.
Petugas di lapangan sempat menurunkan alat berat jenis eksavator untuk melakukan penanganan darurat berupa penimbunan namun rencana tersebut belum dapat dilaksanakan maksimal karena derasnya debit air di bawah badan jalan.
Kondisi itu dikhawatirkan justru memperbesar lubang dan memperparah kerusakan apabila dilakukan penimbunan tanpa perhitungan teknis yang matang.
Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan dan mencegah kerusakan semakin meluas, pihak kepolisian menutup sementara ruas jalan tersebut dan mengalihkan seluruh arus lalu lintas ke jalur alternatif.
Kasat Lantas Polres Kutai Barat AKP Muhammad Syafii menjelaskan, langkah pengalihan arus dilakukan demi keselamatan pengguna jalan. “Untuk sementara, arus lalu lintas dari Samarinda menuju Kubar kami alihkan sepenuhnya melalui jalur alternatif. Saat ini jalan di titik kerusakan ditutup sambil menunggu penanganan teknis lebih lanjut,” kata Syafii kepada Korankaltim.com. Selasa (30/12/2025).
Kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas dengan pengawasan ketat dan ekstra kehati-hatian sementara kendaraan roda empat dan roda enam wajib menggunakan jalur alternatif.
Adapun kendaraan roda sepuluh belum diperkenankan melintas, kecuali kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM), mengingat kondisi jalur alternatif yang sempit dan merupakan jalan kampung.
Rute jalur alternatif yang disiapkan bagi kendaraan roda empat dan roda enam yakni melalui Simpang Manis, masuk ke Simpang Hauling Kilometer 30, kemudian tembus di wilayah Kembaru. Petugas kepolisian juga telah disiagakan di sejumlah titik untuk mengatur lalu lintas dan memberikan arahan kepada pengendara.
Masyarakat dan pengguna jalan yang melintasi wilayah Siluq Ngurai diimbau tetap waspada, terutama saat hujan. Kondisi tanah yang masih labil berpotensi menimbulkan kerusakan lanjutan. Pengendara diminta mematuhi arahan petugas di lapangan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Ediro: Aspian Nur