Kegiatan yang berlangsung hingga 24 Desember 2025 ini bertujuan memperkuat karakter dan peran kader HMI sebagai mahasiswa yang berakhlak, akademis, dan berperan aktif dalam organisasi serta masyarakat.
Ketua Umum MD KAHMI Kubar, Ali Akbar Amriza, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi upaya pertama kali di Kubar untuk menggelar kaderisasi formal HMI.
Selama ini, meski banyak pemuda dan mahasiswa asal Kubar menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, struktur dan kegiatan HMI belum terbentuk secara langsung di daerah ini.
“Melalui kolaborasi dengan HMI Cabang Samarinda dan Komisariat Kehutanan Universitas Mulawarman, kegiatan LK I akhirnya dapat terlaksana. Tujuannya untuk menanamkan nilai-nilai dasar HMI serta membentuk kepribadian muslim yang memiliki kualitas akademis dan kesadaran akan fungsi serta perannya dalam organisasi,” ujarnya kepada Korankaltim.com
Ia menegaskan, MD KAHMI Kubar memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keberlangsungan proses kaderisasi, karena estafet perjuangan HMI tidak berhenti ketika seseorang menjadi alumni. Kaderisasi diibaratkan sebagai “mata air” yang harus terus dijaga agar regenerasi kader tetap berjalan.
Kegiatan ini diikuti 20 peserta, dengan lima orang berasal dari mahasiswa asal Kubar yang menempuh pendidikan di Samarinda, dan 15 lainnya berasal langsung dari Kubar. Latar belakang pendidikan peserta beragam, mulai dari Universitas Mulawarman, Universitas Terbuka, hingga Politeknik Negeri Sendawar.
“Harapannya, LK I ini dapat berlangsung maksimal dan nilai-nilai yang menjadi tema kegiatan benar-benar tertanam dalam pikiran dan hati peserta. Peserta diharapkan menjadi insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam, serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT,” ujar Ali.
Ia menambahkan, kegiatan ini bukan akhir dari rangkaian kaderisasi, melainkan awal dari proses perkaderan yang berkelanjutan. Ke depan, pelaksanaan LK I diharapkan dapat dilakukan secara mandiri oleh kader-kader Kubar dengan jumlah peserta lebih banyak, tanpa selalu mendatangkan panitia dari luar daerah.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kubar, Suwito, memberikan apresiasi atas terselenggaranya LKI.
Menurutnya, kegiatan ini penting sebagai sarana pembentukan karakter, penanaman nilai, serta penguatan pemahaman ideologis kader terhadap nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan dasar perjuangan HMI.
“LK I hadir sebagai wadah pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan intelektual, tetapi juga pembentukan spiritualitas, kepemimpinan, serta kepekaan sosial kader HMI agar mampu berkontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Suwito.
Ia menekankan, kegiatan kaderisasi seperti ini merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia di Kubar. Kader-kader HMI diharapkan menjadi agen perubahan yang konstruktif, menjaga nilai persatuan dan kebhinekaan, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat.
Peserta LK I diimbau mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab, serta memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat silaturahmi, memperluas jaringan, dan meneguhkan komitmen membangun organisasi, daerah, dan bangsa.
Editor: Erwin