Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menjelaskan, program ini merupakan salah satu misi prioritas pemerintahannya. “Air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui program ini, kami ingin masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan layanan air bersih yang layak dan terjangkau,” kata Edwin kepada Korankaltim.com Kamis (19/12/2025) hari ini.
Melalui program ini, pemerintah memberikan subsidi pemasangan sambungan rumah PDAM. Biaya pemasangan reguler mencapai Rp3,6 Juta, namun masyarakat cukup membayar Rp550 Ribu saja, sementara selisihnya ditanggung pemerintah. “Ini bentuk kepedulian dan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil,” ujar Edwin lagi
Program tahap awal menargetkan 1.000 SR yang akan dibagikan kepada masyarakat di 18 kampung di lima kecamatan, yakni Melak, Sekolaq Darat, Barong Tongkok, Linggang Bigung dan Damai.
Hingga kini, tercatat 345 calon penerima yang telah terdata. Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap pada 2025-2026, mulai dari pendataan calon penerima hingga pembangunan dan pemasangan sambungan rumah.
Direktur Utama Perumdam Tirta Sendawar Untung Surapati menyebut pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program. “Kami memastikan program ini tepat sasaran dan dikelola secara profesional, sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata Untung.
Peluncuran program ini mendapat apresiasi dari masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat, termasuk perangkat daerah, mitra kerja dan panitia pelaksana, dengan harapan program ini berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kubar.
Editor: Aspian Nur