Pantauan disejumlah sekolah di Barong Tongkok, suasana yang sebelumnya lengang kini kembali ramai. Spanduk bertuliskan mogok kerja yang sempat terpasang di pagar dan gerbang sekolah juga sudah diturunkan.
“Sudah masuk semua, hari ini guru yang mogok kerja sudah kembali seperti biasa,” jelas Kepala SMPN 1 Barong Tongkok, Giarno kepada Korankaltim.com.
Kembalinya para guru ke ruang kelas disambut lega oleh siswa maupun orangtua. Yuni, wali murid SDN di Barong Tongkok, mengaku bersyukur mogok tidak berlangsung lama.
“Alhamdulillah sudah selesai, anak-anak bisa sekolah lagi. Untungnya tidak berlangsung lama, kalau lama pasti tambah repot. Saya juga punya kantin di sekolah, kemarin tidak bisa jualan, jadi pemasukan berkurang. Sekarang sudah normal lagi,” ujar Yuni.
Aktivitas belajar mengajar di jenjang SD dan SMP pun perlahan kembali normal. Dengan berakhirnya mogok kerja ini, sekolah-sekolah di Kubar kembali hidup, sementara proses administrasi penyetaraan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang menjadi tuntutan para guru kini tengah berjalan di pemerintah daerah.
Diberitakan sebelumnya, ribuan guru di Kubar menghentikan aktivitas mengajar sebagai bentuk protes atas belum terpenuhinya tuntutan penyetaraan TPP mereka pada Kamis (18/9/2025) lalu.
Tercatat sebanyak 151 SD dan SMP tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Guru ASN menuntut agar TPP mereka disetarakan dengan pegawai struktural sesuai kelas jabatan, serta menolak pemotongan dengan alasan apa pun. Mereka juga mendesak agar besaran TPP dikembalikan seperti tahun 2024 yang tertuang dalam APBD Perubahan.
Editor: Aspian Nur