Sekolah tersebut terpaksa memulangkan siswa, Kamis (18/9/2025) karena hanya dua dari belasan guru yang hadir.
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana sekolah tampak lengang tanpa aktivitas belajar. Sebuah spanduk bertuliskan “Mogok Kerja” terpasang di pagar depan sekolah, menandai aksi protes yang sedang berlangsung.
Kepala SDN 003 Mencimai, Jainudin mengatakan keputusan memulangkan siswa diambil karena tenaga pengajar yang hadir tidak sebanding dengan jumlah murid.
“Hari ini hanya ada dua guru yang masuk, sementara jumlah siswa kami 189 orang. Bukan berarti sekolah diliburkan, tetapi karena keterbatasan guru, kegiatan belajar tidak bisa berjalan sehingga siswa dipulangkan,” jelasnya kepada Korankaltim.com.
Ia menegaskan, pihak sekolah tidak dapat melarang guru yang memilih ikut mogok.
“Itu sudah menjadi keputusan para guru. Sebagai kepala sekolah saya hanya bisa menyesuaikan, karena dengan kondisi seperti ini memang tidak memungkinkan kegiatan belajar berlangsung,” tambahnya.
Aksi mogok ini merupakan bagian dari protes ribuan guru ASN di Kubar yang menuntut penyetaraan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) dengan pegawai struktural, menolak pemotongan tunjangan, serta meminta pengembalian besaran TPP seperti tahun 2024.
Hingga hari ini, tercatat 151 sekolah negeri di tingkat SD dan SMP tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Belum ada kepastian kapan mogok berakhir. Sejumlah sekolah lain bahkan disebut akan menyusul bergabung dalam aksi serupa.
Editor: Erwin