Dijelaskannya tim yang terjun ke lapangan tersebut bersama pemerintah kecamatan dan kampung melihat aliran sungai yang diduga tercemar limbah. Pengecekan tersebut sudah berjalan sejak tiga hari lalu. Sekaligus menelusuri sumber atau asal muasal terjadinya dugaan pencemaran sungai ini.
"Belum bisa kita pastikan, apakah ini adalah akibat aktivitas perusahaan atau akibat yang lain. Jadi masih kita lacak sumber terjadinya. Kalau dari sampel air, sudah kita ambil untuk diteliti," terangnya.
Tim yang turun langsung ke lapangan tersebut dibagi menjadi tiga kelompok. Dua kelompok yang terdiri dari DLH Kubar bersama pihak kecamatan menelusuri aliran air melalui jalur darat. Sedangkan satu tim lainnya yang menelusuri dari jalur sungai merupakan petinggi kampung setempat.
"Jadi sampai hari ini masih kita lacak sumbernya dan masih belum ada informasi terbaru, karena tim yang turun juga terkendala dengan jaringan komunikasi. Sebab berada di daerah blank spot," tambahnya.
Masyarakat setempat pun berharap sumber yang mempengaruhi Sungai Kedang Pahu ini bisa segera ditemukan sebab masyarakat juga khawatir jika air sungai yang keruh dan berlumpur tersebut disebabkan karena limbah dari perusahaan yang beroperasi sebab sejak dulu sungai ini juga merupakan sumber air untuk aktivitas sehari-hari.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor : Bambang Irawan