Satu dari beberapa manfaat utama labu adalah meningkatkan kesehatan mata. Beta-karoten yang terkandung dalam daging buahnya diubah menjadi vitamin A, antioksidan yang berkaitan dengan perlindungan sel dan menurunkan risiko penyakit mata seperti degenerasi makula dan katarak.
Dalam sistem kekebalan tubuh , keberadaan vitamin A, C dan E membantu memperkuat mukosa usus dan mengurangi infeksi. Labu juga menyediakan serat, yang mendukung kesehatan usus dan meningkatkan pertahanan kekebalan tubuh.
Disisi lain, kombinasi kalium, kalsium dan magnesium berguna untuk mengatur tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung , stroke dan perubahan kadar glukosa darah.
Melansir dari laman VeryWell Health Sabtu (4/10/2025) hari ini, serat dalam labu mendukung fungsi pencernaan dengan menjaga keteraturan usus dan menyeimbangkan mikrobiota.
Satu cangkir labu kalengan memenuhi hampir sepertiga asupan serat harian yang direkomendasikan, yang mendorong pencernaan yang sehat. Selain itu, polisakaridanya mendorong perkembangan bakteri usus yang bermanfaat.
Kandungan serat dan air yang tinggi memperpanjang rasa kenyang, yang memudahkan pengendalian berat badan. Tidak seperti makanan kaya karbohidrat lainnya, labu mengandung lebih sedikit pati, sehingga cocok bagi mereka yang mencari alternatif rendah karbohidrat.
Bagi kulit, vitamin yang terkandung menawarkan perlindungan terhadap kerusakan akibat sinar matahari dan memperbaiki tekstur kulit . Efek antioksidan vitamin C dan E membantu mencegah penuaan dini.
Beberapa penelitian menunjukkan pola makan yang kaya antioksidan seperti beta-karoten dapat dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap jenis kanker tertentu, meskipun bukti ilmiahnya masih belum meyakinkan.
Mengenai pengaturan glukosa, penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa labu dan bijinya dapat membantu menurunkan kadar gula darah, terutama karena magnesium , faktor penting bagi mereka yang menderita atau berisiko menderita diabetes.
Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menjelaskan, labu yang dalam bahasa latinnya adalah cucurbita pepo unggul karena kepadatan nutrisinya. Satu cangkir labu kalengan mengandung 137 kalori, tujuh gram lemak, 19 gram karbohidrat, tiga gram protein, dan tujuh gram serat, ditambah kalsium, zat besi, magnesium, vitamin C, vitamin A dan vitamin E.
Menurut lembaga yang sama, biji-bijian dalam sajian 28 gram mengandung 163 kalori, 13,6 gram lemak, 4,2 gram karbohidrat, 8,5 gram protein dan 1,8 gram serat, serta mineral-mineral penting. Nutrisi-nutrisi ini meningkatkan kesehatan jantung dan pencernaan .
Kebanyakan orang dewasa yang sehat dapat mengonsumsi labu dengan aman, tetapi mereka yang memiliki alergi harus mewaspadai gejala pencernaan atau kulit dan mencari pertolongan medis jika mengalami reaksi yang parah. Mengonsumsi terlalu banyak serat dapat menyebabkan ketidaknyamanan seperti kembung, jadi disarankan untuk mengonsumsi air yang cukup.
Sangat penting untuk menghindari labu mentah, tidak dicuci atau setengah matang untuk mencegah penyakit bawaan makanan.
Di dapur, labu direkomendasikan untuk resep manis maupun gurih. Keserbagunaannya memungkinkan labu digunakan dalam kue, smoothie, sup dan pasta. Biji labu sangat cocok untuk salad atau camilan, memberikan nutrisi dan rasa tambahan pada menu harian.
Labu sendiri berasal dari Amerika Utara sekitar 9.000 tahun lalu dan jauh sebelum menjadi hiasan Halloween sudah menjadi bagian penting dari budaya masyarakat adat. Benih tertuanya ditemukan di Meksiko, berasal dari antara 7000 dan 5550 SM, menurut Universitas California.
Editor: Aspian Nur