Berkat profil nutrisinya dan cara kerjanya pada tubuh membuat kacang mete menjadi bagian penting dari diet seimbang di seluruh dunia.
Kacang mete sendiri adalah buah kering, juga disebut kacang India yang merupakan biji pohon Anacardium occidentale , berasal dari Brasil dan tersebar luas di wilayah tropis Amerika.
Biji-biji ini dapat dikenali dari bentuknya yang tumbuh menempel pada buah berdaging. Untuk dapat dikonsumsi, biji-biji ini memerlukan proses pengeringan dan pemanggangan yang menghilangkan cangkang yang mengandung resin beracun.
Menurut Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Meksiko, kacang mete secara teknis merupakan biji, tetapi dianggap dan dipasarkan sebagai kacang dalam masakan internasional. Kacang mete mendapatkan popularitas karena teksturnya yang lembut, rasanya yang ringan, kemudahan penggunaannya dalam resep manis dan gurih serta dapat dikonsumsi sebagai camilan.
Kacang mete memiliki profil nutrisi seimbang yang mendukung metabolisme dan pemulihan energi. Departemen Pertanian Amerika Serikat menjelaskan kalau satu porsi 28 gram (sekitar 15 hingga 20 kacang mete) menyediakan sekitar 5 gram protein, 6,8 gram lemak, sebagian besar tak jenuh (tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda), 4,8 gram karbohidrat dan 89 kilo kalori.
Didalam kacang mete mengandung mineral penting seperti magnesium, zat besi, tembaga, fosfor, seng dan kalium.
Kandungan ini sangat relevan untuk memenuhi kebutuhan harian orang dewasa yang aktif atau orang yang mengalami kelelahan fisik dan mental. Kacang mete tidak mengandung lemak trans atau natrium jika disajikan secara alami, sehingga menjadikannya pilihan yang lebih baik daripada camilan olahan.
Kandungan tembaga dalam kacang mete lebih tinggi dibandingkan kacang lainnya. Menurut Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat, mineral ini berperan dalam sintesis kolagen dan produksi energi seluler.
Kelelahan sering dikaitkan dengan kekurangan energi, kekurangan mikronutrien, gangguan metabolism atau stres fisik dan mental. Kacang mete menyediakan nutrisi penting untuk mengatasi faktor-faktor ini.
Magnesium yang terkandung dalam kacang mete terlibat dalam lebih dari 300 reaksi metabolisme, banyak diantaranya berkaitan dengan produksi energi dan fungsi otot. Para ahli di Mayo Clinic memperingatkan, kekurangan magnesium menghambat produksi energi dan dapat menyebabkan kelelahan yang berkepanjangan.
Di saat yang sama, zat besi sangat penting untuk mencegah rasa lelah, karena berperan dalam pembentukan hemoglobin dan pengangkutan oksigen ke sel.
Menurut data yang dikumpulkan, konsumsi sumber nabati kaya zat besi secara teratur, seperti kacang mete, bermanfaat bagi mereka yang ingin menghindari anemia dan meningkatkan vitalitas harian. Orang dengan kadar tembaga rendah cenderung menunjukkan gejala kelelahan dan kelemahan.
Pada gilirannya, asupan protein dan lemak tak jenuh memungkinkan pelepasan energi berkelanjutan, mengoptimalkan kinerja fisik dan mental dengan memperpanjang rasa kenyang dan menstabilkan kadar glukosa darah.
Untuk memaksimalkan manfaat energi dan memanfaatkan mikronutrien dalam kacang mete, Yayasan Nutrisi Spanyol merekomendasikan untuk menambahkan satu porsi kacang mete setiap hari sebagai bagian dari sarapan, camilan atau sebelum aktivitas yang menuntut kemampuan kognitif atau fisik yang tinggi.
Mengonsumsi kacang mete dicampur dengan yogurt, dalam salad atau bersama buah sangat praktis untuk memastikan ketersediaan energi dan mikronutrien yang berkelanjutan sepanjang hari.
Asupan harian yang disarankan adalah sekitar 15 hingga 20 unit, setara dengan segenggam biasa. Jumlah ini memberikan manfaat magnesium, zat besi, dan tembaga tanpa kalori berlebih, mendukung pencegahan kelelahan dan nutrisi secara keseluruhan.
Editor: Aspian Nur