Program tersebut melakukan triase atau pemilahan pasien berdasar kegawatdaruratan, perawatan dan pemulangan pasien dimana pihak yayasan mengatakan hal ini memungkinkan sekitar 2.500 jam waktu klinis dialihkan ke kasus yang lebih kompleks.
Jayne Davies, pimpinan klinis yayasan untuk layanan muskuloskeletal (MSK) menjelaskan hal tersebut. "Sepertiga dari beban kerja kami adalah nyeri punggung bawah dan permintaan melebihi kapasitas. Jika diterapkan dengan cermat, ini bisa menjadi terobosan baru bagi pasien dan NHS,” kata Davies melansir dari bbc.com Jumat (1/8/2025) hari ini.
"Secara nasional, kami tidak mampu melatih atau membiayai staf yang cukup untuk memenuhi permintaan layanan kami yang terus meningkat," tambahnya.
Aplikasi ini yang dikembangkan oleh Flok Health yang berbasis di Cambridge, adalah yang pertama dari jenisnya yang diregulasi oleh Komisi Kualitas Perawatan.
Sekitar 80 persen orang dewasa akan mengalami nyeri punggung dibeberapa titik dan gangguan MSK merupakan salah satu penyebab tertinggi ketidakhadiran kerja dan disabilitas di Inggris.
Menurut NHS, waktu tunggu untuk janji temu dengan layanan MSK yang menangani masalah otot, tulang dan sendi lebih dari 18 minggu.
Annys Bossom dari Brampton, Cambridgeshire, termasuk di antara 2.500 pasien yang ikut serta dalam uji coba tersebut. Ia memiliki panggul yang terpelintir, hipermobilitas (masalah pada sendi) dan telah menderita nyeri punggung selama 25 tahun. "Awalnya saya sangat kecewa ditawari aplikasi ini, tetapi setelah saya mencobanya, saya sangat menikmatinya. Sangat mudah," ujar Annys.
"Saya sudah menjalani banyak perawatan sebelumnya, tetapi perawatan ini menawarkan latihan yang belum pernah saya lihat sebelumnya dan benar-benar berhasil. Demonstrasi di layar jauh lebih memotivasi daripada menuliskannya di selembar kertas dan saya bisa memilih kapan saya melakukannya," paparnya.
Sharon McMahon, seorang guru sekolah dasar dari Hardwick, Cambridgeshire, tidak dapat bekerja selama dua minggu ketika ia mengalami sakit punggung yang parah dan harus menunggu selama 17 minggu untuk perawatan ketika aplikasi tersebut akhirnya tersedia.
"Saya memulai perawatan dihari yang sama dan bisa mendapatkan janji temu dan menyelesaikan latihan kapan pun saya mau. Saya kembali normal setelah beberapa pekan," ujar Sharon.
Aplikasi ini menilai nyeri MSK pasien melalui serangkaian pertanyaan sebelum merekomendasikan rencana latihan yang direkam yang didemonstrasikan di layar oleh Kirsty Henderson, seorang fisioterapis yang telah bekerja selama 15 tahun di NHS dan sektor swasta.
Pasien MSK dapat merujuk diri mereka sendiri atau dirujuk oleh dokter ke klinik. Data dari uji coba di Cambridgeshire dan Peterborough menunjukkan 80 persen pasien melaporkan aplikasi ini setara atau lebih baik daripada perawatan tatap muka, 98 persen pasien dinilai, dirawat dan dipulangkan melalui klinik digital dan 2 persen meminta atau membutuhkan rujukan tatap muka.
Setiap bulan ada 856 jam waktu klinisi dihemat dengan waktu tunggu keseluruhan untuk layanan MSK turun dari 18 minggu menjadi kurang dari 10 minggu, membuat daftar tunggu untuk perawatan nyeri punggung turun sebesar 55 persen.
Seiring meningkatnya penggunaan AI dalam layanan kesehatan di Inggris, kekhawatiran umum tetap ada terkait perlindungan dan kualitas data yang digunakan untuk melatih model serta perlunya regulasi yang lebih ketat.
Badan amal Health Foundation menemukan pada tahun 2024 satu dari enam orang di Inggris masih merasa AI akan memperburuk layanan kesehatan.
Badan amal tersebut menambahkan jika pemerintah ingin memanfaatkan teknologi secara umum sebagai cara untuk mentransformasi layanan kesehatan, diperlukan lebih banyak keterlibatan publik.
Finn Stevenson, satu dari pendiri aplikasi tersebut mengatakan ia terinspirasi untuk membuat platform ini setelah mengalami penundaan perawatan MSK setelah pensiun dari olahraga dayung profesional.
"Jumlah dokter yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi permintaan di lingkungan tradisional. [Aplikasi ini] seperti melakukan panggilan video dengan dokter," kata Finn.
Chartered Society of Physiotherapy mengakui daftar tunggu yang panjang untuk perawatan MSK merupakan masalah. "Sakit punggung adalah sesuatu yang, dengan sedikit dukungan, kebanyakan orang dapat atasi sendiri; jadi teknologi seperti ini benar-benar dapat membantu mereka mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan dengan cepat," jelasnya
"AI dapat membantu dalam banyak hal, tetapi teknologinya harus dikembangkan bersama fisioterapis, harus aman, dan harus ada pengawasan manusia," sebut Finn.
Editor: Aspian Nur