Namun ada baiknya berhati-hati saat mengambil kerang di pantai, karena bukan tak mungkin hal sepela itu bisa mendekatkan seseorang pada kematian dalam hitungan menit.
Sebuah video yang dibagikan oleh pengguna TikToker dengan Beckylee Rawls membuktikan hal itu. Wanita itu membagikan video saat dirinya berjalan di sepanjang pantai di Okinawa, Jepang, ketika dia mengambil sebuah kerang yang cantik dan menunjukkannya ke kamera sebelum mengembalikannya ke laut dan baru kemudian menyadari kesalahannya.
"Ya, itu adalah saya yang memungut siput kerucut marmer, satu diantara makhluk paling mematikan di Bumi. Saya tidak menyangka,” tulisnya dalam postingan video itu melansir dari laman dailymail.co.uk Sabtu (5/7/2025) hari ini.
“Saya sedang bermain di pantai di Okinawa, Jepang, dan saya menemukan cangkang itu. Seperti yang terlihat, itu adalah satu dari beberapa kerang favorit saya untuk dikoleksi karena polanya yang sangat menakjubkan,” tulisnya lagi.
“Saya mengambil kerang itu dan sesaat menyadari kerang tersebut masih hidup, tabung hitam dan putih yang terlihat adalah saluran pernapasan siput yang digunakan untuk bernapas sekaligus senjata terakhir siput itu untuk menembakkan racun berbentuk seperti gigi, menyengat dan menyuntik mereka yang memegangnya dengan cepat,” papar Beckylee.
Setelah mencari tahu tentang kerang tersebut di Google barulah Beckylee menyadari kesalahannya. “Saya bermain-main dengan makhluk paling berbisa di lautan yang bisa menyebabkan kelumpuhan atau kematian,” jelasnya lagi.
Spesies kerrang itu diduga dijuluki siput rokok untuk menggambarkan bagaiaman cepatnya siput itu menyengat bahkan sebelum seseorang menyalakan rokok. “Saya harap cerita saya dapat menyebarkan kesadaran bahwa tidak semua kerang yang cantik itu tidak berbahaya,” ujar Beckylee lagi.
Pada bagian komentar video tersebut yang telah ditonton hampir 30 juta kali dijelaskan wanita itu kalau kerang yang dia miliki di rumah adalah kerang yang dia temukan dalam keadaan kosong dan terdampar di pantai.
Ada sekitar 700 spesies siput kerucut, yang semuanya sangat berbisa, ditemukan di Laut Cina Selatan, Samudra Pasifik dan perairan di sekitar Australia.
Siput yang lembut namun mematikan ini memiliki berbagai macam pola pada cangkangnya, yang bisa membuat orang tertarik untuk memungutnya. Mereka memiliki satu gigi berbentuk tombak berongga yang dapat memanjang untuk menyuntikkan bisa beracun ke mangsa, yang dirancang untuk melumpuhkannya.
Saat ini belum ada antivenom atau obat anti racun untuk luka siput kerucut karena komposisi racunnya bisa sangat bervariasi antarspesies. Namun protein dalam racun siput kerucut sedang diselidiki oleh para ilmuwan untuk mengetahui potensinya sebagai penghilang rasa sakit.
Laporan menunjukkan terjadi tiga lusin kematian dan lebih dari seratus luka-luka akibat sengatan siput kerucut sejak tahun 1670. Namun hanya enam sengatan yang dikaitkan dengan siput kerucut marmer dan tidak ada yang dapat diverifikasi sebagai kematian.
Lalu apa itu siput kerucut dan seberapa mematikankah mereka? Keong kerucut adalah satu diantara makhluk paling berbisa di dunia, dengan yang paling beracun adalah spesies “tekstil” dan “geografi”. Racun dari satu ekor siput kerucut secara teoritis cukup untuk membunuh 700 orang.
Semua siput kerucut menangkap mangsanya dengan menggunakan gigi berongga seperti tombak (radula) yang ditusukkan dengan cepat ke mangsanya untuk menyuntikkan racun beracun. Serangan terhadap manusia biasanya terjadi ketika siput kerucut terinjak di lautan atau dipungut dari air atau pantai.
Ironisnya, diantara senyawa yang ditemukan dalam racun siput kerucut adalah protein yang jika diisolasi memiliki potensi yang sangat besar sebagai obat penghilang rasa sakit.
Penelitian menunjukkan beberapa protein ini menargetkan reseptor rasa sakit manusia yang spesifik dan dapat mencapai 10.000 kali lebih kuat daripada morfin tanpa sifat adiktif dan efek samping morfin.
Editor: Aspian Nur