Hanya saja tak banyak orang tahu asal muasal keberadaan obat nyamuk bakar yang bisa mengusir tak hanya nyamuk tapi juga lalat atau serangga lainnya.
Katori Senko yang secara harfiah berarti obat nyamuk bakar, ditemukan pertama kali di Jepang yang awalnya adalah dupa berbentuk gulungan yang diletakkan dibeberapa sudut rumah dan mengusir serangga.
Benda tersebut terbuat dari campuran bubuk piretrum, insektisida alami yang berasal dari bunga krisan dan bahan mudah terbakar lainnya.
Cara penggunannya, dinyalakan disatu dari bagian ujungnya kemudian apinya dipadamkan sehingga dapat terbakar dan mengeluarkan asap anti nyamuk, terbakar sangat lambat sehingga satu batang dapat bertahan selama beberapa jam dan memberikan perlindungan yang lebih lama .
Piretrin, senyawa aktif yang ditemukan dalam bubuk piretrum yang dilepaskan selama pembakaran bersifat racun bagi nyamuk dan serangga lainnya namun tidak berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan jika disimpan di area yang berventilasi baik .
Surat kabar Jepang, The Japan Times, mengenang metode Katori Senko yang muncul secara kebetulan pada abad ke-19. Kisahnya bermula dari Eiichiro Ueyama, seorang pedagang jeruk mandarin yang diberi beberapa biji piretrum oleh seorang Amerika. Biji itu adalah tanaman mencolok yang mematikan bagi serangga. Ueyama menamakannya jyochugiku dan mencampur bubuk bunga dengan pati untuk membuat dupa untuk mengusir nyamuk berbentuk stik.
Awalnya stik tersebut terjual dengan cepat tetapi pada tahun 1895 istri Eiichiro, Yuki Ueyama, muncul dengan ide untuk membuatnya menjadi kumparan dan mulai bertahan lebih lama . "Kumparan tersebut sukses dan digulung dengan tangan hingga tahun 1957 ketika produksi dimekanisasi," demikian laporan surat kabar tersebut melansir dari laman marca.com Selasa (1/7/2025) hari ini.
Seiring dengan perjalanan waktu, saat ini gulungan obat nyamuk bakar tersebut berganti bentuk jadi spiral, tersedia dalam berbagai wewangian dan format dan bahan-bahannya telah berevolusi hingga mencakup piretroid dan tanaman .
Satu dari keunggulan utama Katori Senko adalah kesederhanaannya, karena tidak memerlukan listrik atau baterai sehingga sangat praktis digunakan di kota maupun daerah pedesaan .
Harganya juga lebih murah daripada diffuser elektrik atau insektisida semprot . Produk ini tersedia dalam satu paket dengan dudukan dan tidak memerlukan instalasi sehingga menawarkan perlindungan jangka panjang tanpa perawatan. Selain itu, tidak seperti produk lain, produk ini tidak dioleskan ke tubuh, sehingga ideal bagi penderita alergi atau kulit sensitif .
Di sisi lain, produk ini tidak mengeluarkan suara atau cahaya sehingga sangat cocok untuk tidur atau penggunaan di luar ruangan seperti di taman atau di teras . Produk ini juga populer berkat versi dengan aroma alami yang meningkatkan pengalaman tanpa mengurangi efektivitasnya.
Semakin banyak merek yang memilih bahan berbasis tanaman dan kemasan yang dapat terurai secara hayati , sehingga terhindar dari limbah elektronik. Terakhir pembakarannya yang bersih menjadikannya sebagai alternatif yang berkelanjutan .
Selain menggunakan metode Katori Senko, ada sejumlah trik lain yang dapat dicoba untuk menghindari gigitan nyamuk .
Perawat dan influencer Jorge Ángel Heras mengungkapkannya dalam sebuah video di akun TikTok miliknya. “Hindari daerah yang gelap dan berair karena pada waktu itu nyamuk paling aktif dan menjadi tempat berkembang biaknya,” kata Heras.
Heras juga menyarankan agar kita menghindari bau-bauan yang manis seperti parfum, krim atau sabun yang sangat aromatik karena dapat menarik nyamuk untuk datang.
“Tempatkan tanaman pengusir nyamuk di rumah seperti kemangi atau lavender. Bisa juga pakai gelang anti nyamuk karena gelang itu sangat berguna terutama untuk anak-anak atau saat berada diluar ruangan. Yang juga efektif adalah pasang kelambu karena dengan cara itu kitab isa mencegah nyamuk memasuki rumah,” tutup Heras.
Editor: Aspian Nur