Hal ini, menurut para peneliti di Inggris dapat memberikan beberapa manfaat potensial yang besar bagi umur panjang dan menjelaskan bagaimana kafein dapat menangkal penyakit-penyakit utama seperti demensia, diabetes dan gagal jantung.
Dalam tes laboratorium, tim peneliti menemukan kafein memicu sel-sel untuk memasuki sistem pemulihan energi yang disebut para ilmuwan sebagai AMPK (AMP-activated protein kinase).
AMPK, sebuah enzim yang bekerja mirip dengan pengukur bahan bakar di mobil. Ketika tingkat energi dalam sel menjadi terlalu rendah, AMPK bekerja, memicu serangkaian reaksi yang membantu melindungi dan memperbaikinya.
Sel-sel yang lebih mampu mengakses sistem ini menua lebih lambat dapat memperbaiki DNA secara lebih efektif dan merespons stres dengan lebih baik, faktor-faktor yang terkait dengan melawan penuaan dan penyakit.
Tim peneliti dari Queen Mary University, London mengatakan kalau proses ini dapat menjelaskan mengapa minum kopi dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap kondisi kesehatan yang serius dan umur yang lebih panjang.
Dr John-Patrick Alao, seorang ahli biologi sel dan ilmuwan utama penelitian ini menjelaskan hal tersebut. "Temuan ini membantu menjelaskan mengapa kafein mungkin bermanfaat bagi kesehatan dan umur panjang,” kata John melansir dari laman dailymail.co.uk Sabtu (28/6/2025) hari ini.
Penelitian ini juga membuka pintu untuk mengembangkan obat dan terapi yang dapat digunakan untuk mengaktifkan sistem yang sama di masa depan.
Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Microbial Cell, tim menganalisis bagaimana suatu jenis ragi dengan sifat yang mirip dengan sel manusia merespons kafein. Penelitian ini merupakan penelitian terbaru yang menyoroti potensi manfaat kesehatan dari kopi.
Awal bulan ini, para peneliti di Amerika Serikat menemukan data kalau para pencinta kopi cenderung memiliki jantung yang lebih sehat, sehingga mereka memiliki risiko lebih rendah terhadap kematian akibat serangan jantung.
Para ahli dari Tufts University Boston menemukan data orang yang minum antara dua hingga tiga cangkir kopi hitam sehari mendapatkan manfaat paling banyak, memangkas risiko mereka hingga hampir seperlima.
Penelitian lain mengaitkan konsumsi kopi secara teratur dengan risiko depresi yang lebih rendah, kesehatan hati yang lebih baik, penurunan berat badan yang lebih baik dan berkurangnya kemungkinan mengembangkan kondisi seperti diabetes tipe 2 dan demensia.
Para ilmuwan masih terus berusaha memahami bagaimana kopi mencapai efeknya yang meningkatkan kesehatan. Sementara beberapa orang menunjuk kafein yang lain menyoroti bagaimana minuman ini kaya akan polifenol, senyawa tanaman alami dengan sifat antioksidan yang melindungi kesehatan sel, sebagai mekanisme potensial lainnya.
Namun, tidak semuanya merupakan kabar baik bagi para pencinta kopi. Penelitian lain telah mengaitkan konsumsi kopi dengan masalah penglihatan, peningkatan risiko kanker tertentu dan penyakit jantung.
National Health Study (NHS) di Inggris memperingatkan kalau mengonsumsi lebih dari empat cangkir sehari dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah yang berbahaya, meningkatkan risiko masalah serius termasuk serangan jantung, stroke dan bahkan demensia.
Mereka menjelaskan satu diantara masalah dalam mengungkap potensi manfaat dan risiko kesehatan dari konsumsi kopi adalah beragamnya cara orang menyiapkan dan meminumnya.
Beberapa penelitian telah menemukan risiko dan manfaat tertentu terkait dengan apakah kopi tersebut instan atau baru diseduh atau jika disaring.
Faktor lain yang rumit adalah apa yang orang lakukan dengan kopi mereka, apakah mereka menambahkan gula, susu atau sirup rasa serta berapa banyak cangkir yang mereka minum setiap hari.
Penyakit jantung dan demensia, dua kondisi kesehatan yang dapat dicegah oleh kopi, merupakan pembunuh terbesar di Inggris. Sekitar 170.000 orang Inggris meninggal karena penyakit jantung dan peredaran darah per tahun di Inggris, menurut British Heart Foundation.
Ini setara dengan sekitar 480 kematian per hari atau sekitar seperempat dari semua kematian. Data terbaru menunjukkan 74.261 orang meninggal akibat demensia pada tahun 2022, menjadikannya sebagai pembunuh terbesar berdasarkan penyebab kematian tunggal.
Editor: Aspian Nur