Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Sedangkan data Kementerian Kesehatan menyatakan kematian akibat penyakit kardiovaskular mencapai 651.481 penduduk per tahun.
"Prevalensinya sekarang naik sekali," kata Wakil Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kota Balikpapan, Dyah Muryani saat senam jantung sehat bersama Balikpapan Superblock dan Green Valley 2 di Pantai BSB, Sabtu (30/9/2023).
Angka kasus dari data Kementerian Kesehatan tersebut terdiri dari stroke 331.349 kematian, penyakit jantung koroner 245.343 kematian, Penyakit jantung hipertensi 50.620 kematian, dan penyakit kardiovaskular lainnya.
"Penyakit paling mematikan itu kanker, kedua jantung koroner dan ketiga penyakit jantung yang macam-macam seperti katup valve rusak, ada yang jantung bawaan. Sangat banyak sekali," sebutnya.
Bahkan berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan (BPJS) Kesehatan pada November 2022 lalu menunjukkan biaya pelayanan kesehatan untuk penyakit jantung dan pembuluh darah menghabiskan hampir separuh dari total biaya, sebesar Rp10,9 triliun dengan jumlah kasus 13.972.050.
"Apalagi sejak ada BPJS Kesehatan, poli jantung di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, RSKD (Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo) itu selalu penuh pasien," tuturnya.
Hanya saja Dyah Muryani belum mengetahui data terkini kasus penyakit jantung di Balikpapan. Pasalnya, data itu diolah Dinas Kesehatan.
"Kalau kami di yayasan ya melihat usia, di atas 60 tahun cukup banyak (kasus), tapi jantung bawaan kebanyakan anak-anak. Terus yang jantung koroner juga banyak di usia muda, mungkin karena pengaruh makanan banyak lemak, minuman terlalu manis," ungkapnya.
Kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif, lanjut Dyah, sangat membantu masyarakat dengan penyakit jantung untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Apalagi perawatan hingga pengobatan termasuk operasi jantung memiliki biaya yang sangat mahal.
"Semenjak BPJS Kesehatan aktif, mereka bisa rutin periksa dan berobat tanpa bayar. Sekarang penyakit jantung apapun, ditanggung BPJS Kesehatan. Operasinya, pasang kateter, pasang ring, semua dibiayai," ujarnya.
Sedangkan senam jantung sehat yang rutin dilaksanakan setiap minggu sangat berperan untuk melemaskan otot dan melancarkan peredaran darah. Namun pola hidup dan pola makan juga tak kalah penting untuk dijaga.
"Ya jangan bergadang, minum kopi dengan varian olahan dan terlalu manis ternyata salah satu pemicu jantung," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Senam Jantung Sehat, Very Arharis menambahkan bahwa kegiatan yang diikuti lebih dari 300 orang itu karena menyadari penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia.
"Kami dari PT Wulandari Bangun Laksana dan PT Karya Bersama Anugerah menggandeng Yayasan Jantung Indonesia untuk senam jantung ini," imbuh Very.
Terlebih penyakit jantung tak hanya menyasar kalangan lanjut usia. Melainkan telah merambah ke usia produktif dan kalangan milenial.
"Gaya hidup tidak sehat menjadi penyebab paling umum," tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin