Penelitian menunjukkan, berbicara di telepon seluler hanya setengah jam per minggu dikaitkan dengan resiko tekanan darah tinggi yang lebih besar. Penelepon biasa, yang menghabiskan satu jam di telepon per hari, memiliki resiko paling tinggi terkena kondisi ini.
Sebuah tim dari Southern Medical University di China menyelidiki apakah ada hubungan antara membuat dan menerima panggilan telepon dan diagnosis baru tekanan darah tinggi, yang juga dikenal sebagai hipertensi.
Mereka menganalisis data lebih dari 200.000 orang dewasa di Inggris dan mengumpulkan informasi tentang penggunaan ponsel mereka melalui kuesioner.
Pertanyaan yang diajukan meliputi berapa tahun mereka telah menggunakan ponsel dan berapa jam per minggu yang mereka habiskan untuk ponsel.
Selama 12 tahun masa tindak lanjut, mereka menemukan fakta orang yang berbicara di ponsel mereka selama 30 menit atau lebih per minggu memiliki kemungkinan 12 persen lebih besar terkena tekanan darah tinggi dibandingkan mereka yang menghabiskan lebih sedikit waktu untuk menelepon. Ini setara dengan berbicara di telepon hanya selama empat menit dan 17 detik per hari.
"Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan menggunakan ponsel untuk melakukan atau menerima panggilan, terutama bagi pengguna berat. Lebih dari seperempat orang dewasa di Inggris memiliki tekanan darah tinggi,” tulis para peneliti di European Heart Journal - Digital Health seperti dilansir dari bbc.com Senin (8/5/2023) hari ini.
Melihat temuan ini secara lebih rinci, mereka menemukan data orang yang menghabiskan lebih dari enam jam di telepon setiap minggu memiliki 25 persen peningkatan risiko tekanan darah tinggi dibandingkan dengan mereka yang menghabiskan waktu kurang dari lima menit untuk membuat atau menerima panggilan telepon.
Jumlah tahun partisipan telah menggunakan ponsel atau apakah mereka menggunakan perangkat bebas genggam, tampaknya tidak membuat perbedaan pada tingkat resiko.
"Jumlah menit yang dihabiskan orang untuk berbicara di ponsellah yang berpengaruh terhadap kesehatan jantung, dengan lebih banyak menit berarti risiko yang lebih besar,” ujar Profesor Xianhui Qin, satu dari beberapa penulis studi tersebut.
"Temuan kami menunjukkan berbicara di ponsel mungkin tidak mempengaruhi risiko tekanan darah tinggi selama waktu panggilan mingguan dijaga di bawah setengah jam. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mereplikasi hasil penelitian ini, tetapi sampai saat itu tampaknya lebih bijaksana untuk meminimalkan panggilan telepon seluler untuk menjaga kesehatan jantung,” paparnya.
Diperkirakan lebih dari seperempat orang dewasa di Inggris atau sekitar 14,4 juta orang, memiliki tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat merusak arteri dengan membuatnya kurang elastis, sehingga mengurangi aliran darah dan oksigen dan dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.
Hubungan antara penggunaan ponsel dan tekanan darah tinggi bisa jadi berkaitan dengan rendahnya tingkat energi frekuensi radio yang dipancarkan oleh perangkat tersebut, kata para peneliti.
Namun penelitian sebelumnya tentang topik yang sama memiliki hasil yang beragam - mungkin karena mereka menyertakan panggilan, teks, dan permainan, tambah mereka.
"Dalam beberapa tahun terakhir, ponsel telah menjadi perangkat kehidupan sehari-hari di seluruh dunia. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting tentang keamanan menggunakan ponsel untuk melakukan atau menerima panggilan, terutama bagi pengguna berat,” tulis mereka.
“Studi kami memberikan beberapa wawasan baru. Penggunaan ponsel untuk melakukan atau menerima panggilan terkait dengan risiko hipertensi baru yang secara signifikan lebih tinggi, terutama pada mereka yang memiliki waktu penggunaan mingguan yang lebih lama,” sebut para peneliti tersebut.
Editor: Aspian Nur