Pola itu bekerja sangat baik untuk tubuh dan lebih dekat dengan pola nenek moyang pemburu dan pengumpul makanan zaman dahulu.
“Orang yang makan dengan cara ini memiliki kontrol gula darah yang lebih baik, berat badan turun, meluruhkan lemak jahat disekitar perut dan mengurangi peradangan,” klaim para peneliti tersebut dilansir dari laman Dailymail.co.uk Jumat (3/6/2022) hari ini.
“Makan lebih awal juga dikaitkan dengan bakteri usus yang lebih sehat, yang membantu sistem kekebalan dan kesehatan secara keseluruhan,” ungkap penelitian yang dipresentasikan di Kongres Eropa tentang obesitas.
“Data menunjukkan makan di pagi hari meningkatkan penurunan berat badan, kontrol glikemik, nafsu makan, resistensi insulin dan kesuburan,” jelas Dr Courtney Peterson dari University of Alabama Birmingham di Amerika Serikat.
“Diet gaya Barat, yang meliputi makanan kaya lemak dan camilan yang dikonsumsi sepanjang waktu, memainkan peran penyebab dalam perkembangan beberapa penyakit kronis,” sebut studi tentang pola makan jam enam pagi hingga jam tiga sore ini yang pertama kali diterbitkan di Nature Communications.
Dr Peterson mengingatkan kalau makan sepanjang hari meningkatkan risiko obesitas sebesar 57 persen dan menyarankan makan lebih awal dan teratur untuk menghindari memicu bentuk jetlag metabolik.
Editor: Aspian Nur