Jika pasangan anda tidur mendengkur, itu biasanya disebabkan oleh hal-hal seperti lidah, mulut, tenggorokan atau saluran udara di hidung yang bergetar saat bernapas.
National Health Service (NHS) Inggris menyebut mendengkur terjadi karena bagian-bagian tubuh ada yang rileks dan ada yang menyempit saat tidur dan sebenarnya ada beberapa faktor mengapa seseorang mendengkur dan kondisi itu sebenarnya bisa diatasi.
Penyebab mendengkur yang terjadi pada pria maupun wanita biasanya disebabkan karena kelebihan berat badan, merokok, minum terlalu banyak alkohol atau tidur telentang.
Dr Raj Dasgupta yang tergabung dalam asosiasi profesor kedokteran klinis di Keck School of Medicine di University of Southern California, Amerika Serikat mengatakan, ada delapan hal yang harus diperhatikan ketika pasangan kita mendengkur.
“Ada beberapa hal yang membuat seseorang mendengkur, ada delapan faktor dan kalau merasakan lima dari delapan factor tersebut ada baiknya berkonsultasi dengan dokter,” ujar Dr Dasgupta, dilansir dari laman Thesun.co.uk Jumat (11/3/2022) hari ini.
Adapun delapan faktor tersebut antara lain:
1. Suara Mendengkur yang Keras
Dr Dasgupta mengatakan satu diantara tanda utama dengkuran yang perlu diatasi adalah jika dengkuran tersebut dapat didengar dari ruangan lain saaat pintu tertutup.
"Ada pasangan yang terganggu saat tidur karena satu diantara mereka mendengkur dengan sangat keras, bahkan seperti seekor beruang yang sekarat dan ada yang menyebut seperti suara raungan dinosaurus di film Jurassic Park,” ujarnya.
2. Merasa Lelah
Orang yang mengalami sleep apnea akan merasa lelah sepanjang hari. Sleep apnea adalah kondisi tidur yang menyebabkan pernapasan berhenti berulang kali dan dimulai kembali saat Anda tidur.
Gejala utamanya adalah merasa sangat lelah, sulit berkonsentrasi dan mengalami perubahan suasana hati.
Jika seseorang tertidur saat istirahat makan siang atau saat dalam keadaan santai seperti menonton televisi kemudian mendengkur, maka perlu ke dokter karena sleep apnea adalah kondisi yang berbahaya.
3. Tidak Ada Aliran Udara
Banyak orang tidak tahu mereka mendengkur di malam hari namun terbangun dengan napas terengah-engah karena tidak ada cukup udara yang mengalir.
Dr Dagupta mengatakan sleep apnea yang diamati lebih buruk daripada mendengkur dan merupakan tanda bahaya.
Kalau melihat pasangan kita berhenti bernapas, terengah-engah dan mendengkur bukanlah hal yang normal dan itu adalah sesuatu yang perlu dikonsultasikan ke dokter spesialis.
4. Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi adalah kondisi umum dan dapat menyebabkan sesak napas. Orang dengan apnea tidur obstruktif akan sering menderita tekanan darah tinggi karena stres yang dialami tubuh.
Ketika berhenti bernapas saat tidur, sistem saraf akan bekerja dan meningkatkan tekanan darah, melepaskan hormon stres yang secara bertahap juga akan meningkatkan tekanan darah dari waktu ke waktu.
5. Berat Badan
Orang yang kelebihan berat badan akan sering mendengkur. NHS merekomendasikan jika dengkuran seseorang semakin parah maka sebaiknya mencoba menurunkan berat badan.
Orang yang menderita sleep apnea sering kelebihan berat badan dan kesulitan tidur karena tekanan ekstra yang disebabkan oleh beban di mulut pada lidah dan leher.
Ini membuatnya sulit bernapas sehingga saat tidur mengeluarkan dengkuran.
6. Usia
Kita semua memiliki kenangan indah melihat kakek-nenek atau orangtua kita tertidur dan mendengkur keras di sofa setelah makan siang.
Penelitian menunjukkan otot melemah seiring bertambahnya usia dengan para ahli mengatakan berusia di atas 50 tahun bisa menjadi tanda peringatan ketika mendengkur. Namun studi ini menyatakan kasus sleep apnea lebih ringan pada orangtua.
7. Ukuran Leher
Dr Dasgupta menjelaskan, memiliki lingkar leher yang lebih besar adalah tanda kunci dari sleep apnea dan ada aturan umum untuk mengukur risiko pasangan kita.
"Aturan praktisnya adalah selalu ukuran kerah lebih besar dari 17 inci (43 cm) untuk pria dan lebih dari 16 inci (40,6 cm) untuk wanita yang itu akan menempatkan seseorang dalam risiko yang lebih tinggi untuk sleep apnea", sebutnya.
8. Jenis Kelamin
Para ahli mengatakan jenis kelamin saat lahir dapat membuat perbedaan apakah mengalami sleep apnea atau tidak.
Dr Dasgupta mengatakan pria lebih berisiko karena mereka membawa lebih banyak lemak tubuh bagian atas daripada wanita. Namun ditambahkannya, wanita juga berisiko setelah menopause.
Editor: Aspian Nur