Hasilnya, perubahan pembuluh darah kecil di retina dapat mengindikasikan penyakit pembuluh darah termasuk jantung.
Sistem Al atau system pemindaian menggunakan komputer, dibuat para ilmuwan Universitas Leeds di Kota London, Inggris, untuk membaca pemindaian mata dan menemukan orang-orang yang kemungkinan besar akan mengalami serangan jantung di tahun berikutnya.
Diterbitkan dalam jurnal Nature Machine Intelligence seperti dilansir dari Dailymirror.co.uk Rabu (26/1/2022) hari ini, para peneliti mengatakan system Al sekitar 70 hingga 80 persen akurat dalam prediksinya dan dapat digunakan untuk pemantauan kardio melalui pemeriksaan mata.
Sistem Al ini bisa menjadi pengubah cara pasien diskrining untuk melihat tanda-tanda penyakit jantung. “Penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung, adalah penyebab utama kematian dini di seluruh dunia dan pembunuh terbesar kedua di Inggris. Hal ini menyebabkan penyakit kronis dan kesengsaraan di seluruh dunia,” kata Profesor Alex Frangi, Turing Fellow di Alan Turing Institute.
“Teknik ini membuka kemungkinan untuk merevolusi skrining penyakit jantung. Pemindaian retina relatif murah dan secara rutin digunakan di banyak praktik ahli kacamata. Hasil dari skrining otomatis, pasien yang beresiko tinggi jatuh sakit dapat dirujuk ke layanan spesialis jantung,” ungkapnya.
"Pemindaian juga dapat digunakan untuk melacak tanda-tanda awal penyakit jantung," imbuhnya.
Sementara Chris Gale, Profesor Kedokteran Kardiovaskular di University of Leeds dan Konsultan Kardiologis di Leeds Teaching Hospitals NHS Trust menambahkan, Sistem Al yang menggunakan mesin memiliki potensi untuk mengidentifikasi individu yang menghadiri pemeriksaan mata rutin yang memiliki resiko penyakit kardiovaskular di masa depan yang lebih tinggi, di mana perawatan pencegahan dapat dimulai lebih awal untuk mencegah penyakit kardiovaskular dini.
“Itu terjadi setelah kami mengungkapkan sebuah penelitian yang menemukan mengonsumsi setengah sendok makan bahan pokok dapur setiap hari dapat memangkas resiko kematian akibat penyakit jantung atau kanker,” jelas Dr Chris.
Orang yang makan banyak sayuran, ikan, buah, kacang-kacangan dan biji-bijian dianggap lebih sehat dan hidup lebih lama. Tetapi para ahli yang mengamati makanan 90.000 orang dan menemukan jika mereka memasukkan minyak zaitun ke dalam makanan bisa mengurangi kemungkinan kematian dini.
Orang yang memiliki lebih dari setengah sendok makan bumbu sehari 19 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dibandingkan mereka yang tidak.
Editor: Aspian Nur