Para peneliti mendesak siapa saja yang hobi menonton televisi untuk beristirahat setengah jam saat menonton dengan berdiri dan meregangkan tubuh, bisa juga makan makanan ringan.
Para ilmuwan sudah mengetahui selama bertahun-tahun kalau duduk lama dapat meningkatkan resiko venous thromboembolism (VTE) atau tromboemboli vena yang membunuh ribuan orang setiap tahun.
Tubuh yang tidak aktif atau kurang bergerak dalam waktu lama memungkinkan darah berkumpul di ekstremitas atau bagian kaki, yang kemudian dapat menyebabkan pembekuan darah. Untuk alasan yang sama, para pelancong yang naik pesawat untuk penerbangan dalam jangka waktu yang lama disarankan sering berpindah-pindah tempat duduk.
Studi terbaru menemukan fakta bahkan orang yang aktif secara fisik masih lebih beresiko mengalami pembekuan darah. Mereka yang sering nonto bareng ditemani junk food bisa memicu obesitas dan tekanan darah tinggi selain juga resiko pembekuan darah.
“Kalau menonton TV secara berlebihan harus ada waktu untuk istirahat, berdiri dan melakukan peregangan setiap 30 menit atau menggunakan sepeda stasioner. Hindari nonton televisi sambal ngemil yang tidak sehat,” kata Dr Setor Kunutsor, seorang peneliti di universitas dan penulis utama studi dari Universitas Bristol, dilansir dari Dailymail.co.uk Jumat (21/1/2022) hari ini.
Di Inggris dan Amerika Serikat, sekitar satu dari 500 orang menderita pembekuan darah per tahun, dengan hingga 60 persen kasus diantara pasien yang dirawat di rumah sakit sebagian karena lamanya waktu yang mereka habiskan untuk menganggur sambal menonton televisi.
Sebagian besar gumpalan terjadi di pembuluh darah di kaki – yang disebut deep vein thrombosis – yang biasanya mudah diobati. Tetapi sebagian kecil dari bekuan darah dapat pecah dan berjalan dalam aliran darah ke organ-organ seperti paru-paru, yang dikenal sebagai emboli paru. Kalau itu terjadi bisa berakibat fatal jika tidak ditangani sejak dini.
Kajian tersebut, yang diterbitkan dalam European Journal of Preventive Cardiology, memeriksa tiga penelitian dengan total 131.421 peserta dari AS dan Jepang berusia 40 tahun atau lebih yang tidak memiliki diagnosis pembekuan darah sebelumnya dan ditanyai tentang kebiasaan menonton TV mereka.
Para sukarelawan dibagi menjadi pemirsa lama yang menonton TV setidaknya empat jam per hari dan pemirsa jarang yang menonton kurang dari dua setengah jam per hari. Peneliti mendeteksi 964 kasus VTE setelah memantau peserta selama antara lima dan 20 tahun, dengan 'pemirsa lama' menjadi 1,35 kali lebih mungkin untuk mengembangkan gumpalan daripada penonton jarang.
“Temuan menunjukkan data, menonton televisi berjam-jam adalah aktivitas yang beresiko berkaitan dengan pengembangan pembekuan darah,” paparnya.
Para peneliti mencatat temuan ini didasarkan pada studi observasional, sehingga peningkatan resiko diantara mereka yang menonton lebih banyak televisi dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti gaya hidup atau pemicu kesehatan lainnya.
Tapi Dr Kunutsor mencatat menonton TV yang berkepanjangan melibatkan tetap diam yang merupakan faktor resiko VTE. “Itulah sebabnya orang didorong untuk bergerak setelah operasi atau selama penerbangan jarak jauh. Selain itu, ketika Anda duduk dalam posisi sempit untuk waktu yang lama, darah menggenang di ekstremitas daripada bersirkulasi dan ini dapat menyebabkan pembekuan darah,” jelas Dr Kunutsor.
Disebutkannya, hasil penelitian menunjukkan kalau siapa saja harus membatasi waktu di depan televisi. “Menonton TV dalam waktu lama harus diselingi dengan gerakan agar sirkulasi tetap berjalan. Secara umum, jika banyak duduk dalam kehidupan sehari-hari – misalnya pekerjaan Anda melibatkan duduk berjam-jam di depan komputer – pastikan untuk bangun dan bergerak dari waktu ke waktu,” tegasnya.
Lebih jauh mengenai Tromboemboli vena (VTE), yaitu kondisi dimana bekuan darah terbentuk. Ini termasuk emboli paru (PE), yang merupakan bekuan darah di paru-paru dan trombosis vena dalam (DVT), yaitu ketika gumpalan darah berkembang di pembuluh darah.
Orang dengan dugaan PE atau DVT harus dirujuk ke rumah sakit dan diberikan obat pengencer darah sambil menunggu pemindaian untuk memastikan kondisinya.
Editor: Aspian Nur