Neuropati diabetik atau kerusakan saraf merupakan penyakit lain yang dialami penderita diabetes.
Para ahli di Mayo Clinic, Amerika Serikat mengatakan, kadar gula darah yang tinggi dapat melukai saraf di seluruh tubuh penderitanya termasuk merusak saraf di tangan dan kaki.
Ada tiga sensasi utama di tangan dan kaki yang bisa menjadi tanda neuropati diabetik, diantaranya mati rasa atau nyeri di tangan atau kaki, kesemutan juga nyeri.
Penting untuk dicatat ada tiga jenis neuropati yang berbeda dan gejalanya akan berbeda tergantung pada jenis penyakit yang diderita.
"Biasanya, gejala berkembang secara bertahap. Anda mungkin tidak menyadari ada sesuatu yang salah sampai terjadi kerusakan saraf yang parah", kata para ahli di Mayo Clinic dilansir dari laman Thesun.co.uk Senin (3/1/2022) hari ini.
Neuropati yang pertama adalah Neuropati perifer, paling umum dirasakan dimana kaki dan tungkai sakit terutama di malam hari. Tanda-tanda utamanya antara lain mati rasa atau berkurangnya kemampuan untuk merasakan nyeri atau perubahan suhu, mati rasa, kesemutan, kram, kepekaan dan masalah kaki yang serius.
Yang kedua adalah Neuropati otonom, umum terjadi karena diabetes dapat memengaruhi saraf di area tubuh mana pun. Tanda-tanda utama termasuk kurangnya kesadaran bahwa kadar gula darah rendah - sehingga tidak merasa lemah atau lelah ketika kadar Anda tidak benar.
Tanda-tanda lainnya termasuk nyeri pinggul dan perut yang parah, otot paha yang lemah dan mengecil, serta kesulitan untuk bangun dari posisi duduk. Yang ketiga adalah Mononeuropati yang datang dalam dua bentuk yang berbeda dan mereka adalah kranial dan perifer.
Jika Anda memiliki mononeuropati, Anda mungkin mengalami penglihatan ganda, sakit di belakang satu mata atau mati rasa atau kesemutan.
Editor: Aspian Nur