Dilansir dari laman Thesun.co.uk Selasa (28/12/2021) hari ini, data menunjukkan remaja yang orangtua atau pengasuh utama mereka merokok, dua kali lebih mungkin mencoba meniru kebiasaan buruk untuk kesehatan itu daripada anak-anak yang orangtua mereka tidak merokok, bahkan mereka juga empat kali lebih mungkin menjadi perokok.
Seperti diketahui, ada berbagai risiko terkait dengan merokok diantaranya penyakit jantung koroner, stroke dan serangan jantung. Merokok juga menyebabkan tujuh dari 10 kasus kanker paru-paru dan dapat menyebabkan kanker lain di dalam tubuh seperti kanker mulut, tenggorokan dan usus.
The University College London (UCL) di Inggris yang melakukan Smoking Toolkit Study menemukan fakta kalau grafik merokok di kalangan orang dewasa muda di Inggris telah meningkat sejak pandemi virus corona.
Juga ditemukan lebih dari 10 persen anak muda antara usia 11-15 tahun yang secara teratur merokok menyatakan orangtua atau saudara kandung mereka memberi contoh merokok tersebut.
Studi juga mengungkapkan hanya kurang dari setengahnya menunjukkan bagaimana kedekatan dengan perokok lain memengaruhi mereka untuk melakukan kebiasaan yang sama.
Temuan penelitian ini telah mendorong pemerintah untuk meluncurkan kampanye Better Health Smoke Free atau Kesehatan Bebas Asap yang Lebih Baik yang telah diluncurkan mulai hari ini.
“Merokok sangat buruk tak hanya bagi kesehatan tetapi juga berdampak negatif pada orang-orang di sekitar Anda. Kebanyakan orang tahu bahaya asap rokok dan tidak boleh mengabaikan dampak yang dimiliki orangtua sebagai panutan,” ujar Wakil Kepala Petugas Medis dan Pimpinan Bersama untuk Kantor Peningkatan dan Disparitas Kesehatan, Dr Jeanelle de Gruchy.
“Setiap orangtua pastinya menginginkan yang terbaik untuk anaknya dan tidak ingin mereka menjadi perokok,” tegas mereka.
Dengan berhenti merokok sekarang, orangtua dapat membantu memutus pola merokok dalam keluarga mereka dari generasi ke generasi, melindungi anak-anak mereka dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri,” paparnya.
Sebagai bagian dari kampanye, sebuah video telah dirilis menggabungkan keahlian National Health Service (NHS) London dan ahli kesehatan perilaku, yang membahas hubungan antara merokok orang dewasa dan kemungkinan anak-anak di rumah mereka menjadi perokok.
Angka terbaru dari Kantor Statistik Nasional juga menunjukkan satu dari delapan orang dewasa masih merokok.
Sementara dimulainya pandemi corona virus menyebabkan banyak orang berhenti merokok karena resiko yang terkait dengan kebiasaan dan virus, ada juga bukti yang menunjukkan ada peningkatan merokok pada orang dewasa yang lebih muda.
Dr Bettina Hohnen menjelaskan bagaimana perilaku orangtua dapat berdampak besar pada anak-anak mereka.
Bahkan kalau kita tidak secara langsung mengekspos anak-anak pada perokok pasif atau percaya kita menyembunyikan kebiasaan merokok dengan tidak merokok langsung di depan mereka, itu masih dapat berdampak besar dan anak-anak dapat mengambil perilaku tersebut tanpa menyadari anda yang mempengaruhi mereka.
"Anak-anak meniru perilaku orangtua dan pengasuh mereka, jadi penting untuk memodelkan perilaku yang Anda inginkan dari anak anda. Jika Anda tidak merokok, Anda akan secara signifikan mengurangi kemungkinan mereka merokok di masa depan", kata Bettina.
Editor: Aspian Nur