Melansir laman Thesun.co.uk Senin (14/11/2021) hari ini, efek dari vaksinasi membuat mereka yang terpapar virus Covid-19 tak lagi seperti saat sebelum vaksin karena virus relative lebih “jinak”. Hal ini pun membuat banyak gejala penyakit pada orang dengan coronavirus tumpang tindih dengan flu biasa.
Di bulan Oktober 2021 lalu, satu dari empat orang dengan gejala seperti pilek dinyatakan positif mengidap penyakit tersebut, ditandai dengan hidung berair dan sakit kepala.
Hal itu berdasarkan penelitian dari dari ZOE Covid Symptom Study atau Studi Gejala Covid ZOE. Menurut mereka, dengan kondisi seperti itu berarti banyak orang yang menderita flu sakit dengan "flu terburuk yang pernah ada" alias mungkin sebenarnya menderita Covid.
Para ahli mulai khawatir masyarakat tidak menyadari betapa miripnya virus corona dengan penyakit pernapasan lainnya sepanjang tahun ini karena mereka tidak harus melewati tes baik swab maupun PCR yang dilakukan untuk menghambat penyebaran Covid-19.
Program layanan kesehatan Inggris, National Health Service (NHS) mengatakan tiga gejala utama Covid yang memerlukan tes PCR gratis adalah demam, batuk terus-menerus dan kehilangan indra penciuman dan perasa.
Sementara orang-orang masih mungkin mendapatkan gejala-gejala ini ketika sakit dengan Covid dimana para ahli ZOE mengatakan itu kondisi itu jauh lebih kecil kemungkinannya daripada pada awal pandemi.
“Saat memasuki bulan-bulan yang lebih dingin, kita melihat banyak penyakit pada populasi dengan wabah pilek yang meluas dan tingkat Covid-19 yang masih tinggi,” ujar Profesor Tim Spector, ilmuwan utama dalam studi tersebut dan seorang ahli epidemiologi di King's College London.
“Perbedaan antara keduanya lebih sulit dari sebelumnya, karena mereka yang divaksinasi mengalami gejala ringan seperti bersin, sakit kepala dan pilek dan dapat dengan mudah ditularkan ke anggota keluarga atau rekan kerja. Untuk menekan angka penyebaran, sangat penting bagi semua orang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan booster, bahkan jika mereka baru saja terkena infeksi Covid, karena kami telah menunjukkan infeksi alami tidak selalu menghasilkan respons dan perlindungan kekebalan,” papar mereka.
“Kami tahu dari penelitian kami bahwa vaksin yang diberikan dalam 3 dosis memberikan perlindungan terbesar terhadap penularan virus dan dirawat di rumah sakit dengan gejala yang lebih serius,” ungkap mereka.
Karena itulah para ahli menyerukan agar daftar gejala resmi diubah bukti baru sehingga lebih sedikit kasus yang terlewatkan.
Lalu apa gejala yang paling umum untuk mengetahui perbedanaan keduanya? Untuk gejala Covid-19, gejala paling umum pada orang yang telah mendapat dua dosis vaksin, yang dilaporkan ke studi ZOE, berbeda dengan yang dilaporkan di situs web NHS.
Pasien positif paling sering mengalami sakit kepala dan pilek, dilaporkan oleh 73 persen. Diikuti oleh bersin (60 persen), sakit tenggorokan (49 persen) dan batuk terus-menerus (49 persen).
Gejala-gejala ini kemungkinan terjadi bersamaan dengan yang lain. Sakit kepala saja misalnya, belum tentu mengidap Covid.
“Dengan Covid yang begitu tinggi, banyak dari Anda bertanya-tanya bagaimana Anda dapat mengetahui peluang Anda terkena Covid jika Anda mengembangkan gejala seperti pilek ini, yang telah kami laporkan selama berbulan-bulan benar-benar tidak mungkin untuk membedakan dari virus biasa,” tegas Prof Spector.
Studi ini telah melacak Covid dan penyakit pernapasan lainnya untuk memberikan indikasi kasar tentang seberapa besar kemungkinan "pilek" sebenarnya adalah Covid.
“Secara keseluruhan satu dari empat dari mereka yang memiliki gejala flu di bulan Oktober telah membuktikan Covid di aplikasi kami. Pada bulan Oktober, Anda memiliki peluang yang cukup tinggi itu adalah Covid, tetapi pada bulan Juni, itu sekitar satu dari 11. Ini adalah perbedaan tiga kali lipat hanya dalam beberapa bulan, jadi itulah mengapa penting untuk mengetahui tingkat dasar," jelas Prof Spector.
Kantor Statistik Nasional, studi pelacakan Covid nasional lainnya, juga melaporkan gejala yang paling sering dilaporkan adalah batuk, kelelahan, dan sakit kepala. Gejala lain yang merupakan bagian dari spektrum virus termasuk mual, diare atau sakit perut.
Bagaimana dengan flu? Flu disebabkan oleh virus yang berbeda dari Covid. Tetapi keduanya memiliki gejala yang sama, yang kemungkinan akan semakin membingungkan orang dalam beberapa bulan mendatang.
“Penelitian kami menunjukkan kehilangan penciuman (anosmia) atau kehilangan rasa masih merupakan salah satu prediktor terpenting dari tes positif Covid-19, jadi ini adalah gejala penting yang harus diwaspadai,” sebut ZOE.
Orang yang sakit flu tidak kehilangan penciuman atau rasa sebanyak mereka yang mengidap Covid. Hanya saja mereka merasa tubuh yang pegal dan suhu tinggi yang tiba-tiba.
Jika merasa tidak enak badan, beberapa ahli mengatakan untuk tetap mendapatkan tes PCR Covid atau tes mandiri di rumah.
"Sangat penting jika Anda memiliki gejala-gejala ini, bahkan jika Anda yakin itu mungkin pilek, Anda harus segera melakukan tes PCR," ujar Dr Philippa Kaye.
Editor: Aspian Nur