Dilansir dari laman Dailymail.co.uk Selasa (2/11/2021) hari ini, beberapa ilmuwan di Inggris mengungkap fakta ini setelah melakukan analisa terkait ketinggian sepatu yang berbeda untuk melihat mana yang memiliki dampak paling besar pada otot-otot dasar panggul wanita.
Ternyata dampak besar itu ada pada otot yang mengontrol fungsi seksual serta kandung kemih.
Dasar panggul yang lebih kuat dapat meningkatkan aliran darah saat berhubungan seks dan meningkatkan kemungkinan mencapai puncak kepuasan.
Para peneliti dari Universitas Fudan Shanghai, Tiongkok, menanyai 1.263 wanita tentang jenis sepatu apa yang mereka kenakan mulai dari tumit di bawah satu inci hingga lebih dari tiga inci.
Mereka menemukan fakta sepatu hak dua inci bekerja paling baik karena ketika seorang wanita mengenakannya, panggulnya akan miring dan cukup untuk membuat otot-ototnya berulang kali berkontraksi, menjaga mereka dalam kondisi yang baik. Efek terbesar terlihat pada mereka yang memakainya setidaknya selama delapan jam sehari.
Namun sepatu tanpa hak atau sepatu hak sangat tinggi tidak merangsang otot-otot ini dengan cara yang sama.
Situs web National Health Service (NHS), program layanan kesehatan masyarakat di Britania Raya merekomendasikan latihan dasar panggul setiap hari untuk wanita yang berjuang untuk orgasme saat berhubungan seks karena diyakini mempengaruhi sekitar satu dari lima wanita di Inggris.
Dan manfaatnya tidak hanya berakhir disana karena sepatu hak dua inci juga bisa mengurangi resiko masalah kencing dan kebocoran kandung kemih.
Dalam sebuah laporan tentang hasilnya yang diterbitkan dalam jurnal Translational Andrology and Urology, para peneliti mengatakan masalah dengan otot dasar panggul dapat menyebabkan disfungsi seksual. “Tapi bisa menimbulkan inkontinensia (pengeluaran urin tanpa disadari dalam jumlah dan frekuensi yang cukup sering) dan rasa sakit. Tetapi hasil penelitian kami menunjukkan sepatu hak dua inci dapat membantu wanita untuk melatih otot-otot ini," paparnya.
Banyak remaja putri lebih memilih memakai high heels agar terlihat lebih tinggi dan lebih fashionable.
Namun, para peneliti memperingatkan pemakainya tetap harus selalu berhati-hati, karena dapat menyebabkan jatuh dan berbagai gangguan muskuloskeletal, gangguan pada sendi.
Editor: Aspian Nur