Diketahui, selama pandemic Covid-19 yang berlangsung sejak tahun 2020 lalu, bersin jadi sesuatu yang “menakutkan” bagi siapa pun karena bisa membuat penyebaran virus secara cepat terutama corona. Melalui bersin tanpa ditutup tangan, yang sekarang disebut lebih aman karena menggunakan masker, banyak orang terpapar corona karena penyebaran yang cepat dari satu orang yang bergejala.
Sejatinya sebelum corona melanda, bersin sesuatu yang biasa dan lebih sopan dengan menutupnya menggunakan tangan atau siku juga tisu, namun itu tak berlaku sejak pandemic terjadi, dimana seseorang yang bersin terlebih berkali-kali, harus dites Covid-19 dan mendapat tatapan aneh dari orang disekitar yang langsung khawatir dengan bersin tersebut.
Bersin bisa membuat virus keluar dengan kecepatan 100 mil perjam, karena itulah menahannya bisa membuat anda bisa mengalami cedera serius.
Dokter di Inggris pernah merawat seorang pria yang mengalami pecah bagian belakang tenggorokannya saat menahan bersin. Pria berusia 34 tahun itu mengalami rasa sakit yang luar biasa dan hampir tidak bisa berbicara atau menelan.
Terkait hal itu, BMJ Case Reports, spesialis telinga, hidung dan tenggorokan di University Hospitals of Leicester NHS Trust langsung memberikan peringatan.
"Menghentikan bersin melalui pemblokiran lubang hidung dan mulut adalah manuver berbahaya dan harus dihindari. Ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti pseudomediastinum (udara yang terperangkap di dada di antara kedua paru-paru), perforasi membran timpani (gendang telinga berlubang), dan bahkan pecahnya aneurisma serebral (pembuluh darah yang menggelembung di otak)," paparnya dilansir dari laman Thesun,co.uk Rabu (6/10/2021) hari ini.
Saat bersin ditahan dan tak dilepas membuat hidung dan tenggorokan menanggung beban penuh, bisa berakhir dengan gendang telinga yang terangkat, karena udara yang tersumbat dan mencoba mencari jalan keluar melalui tabung yang menghubungkan telinga dan gendang telinga.
Menahan bersin juga bisa menyebabkan infeksi telinga, yang akan mengganggu Anda selama berhari-hari. Tujuan utama bersin adalah untuk mendorong keluar apa pun di hidung Anda yang seharusnya bernapas dengan lancar.
Kalau anda mengalihkan lendir penuh kuman ke tempat lain, tentu berakhir dengan infeksi di tempat yang tidak diinginkan.
Pembuluh darah yang rusak juga bisa menjadi akibat buruk dari berhenti bersin, dengan udara paksa yang meledakkannya di hidung, mata, atau gendang telinga.
Editor: Aspian Nur