Hal ini diungkapkan seorang perawat bayi asal Eropa bernama Angela yang memposting foto fenomena langka tersebut ke laman Instagram miliknya.
Dalam unggahannya, Angela memperlihatkan mulut bayi yang memiliki benjolan berwarna putih di gusi bagian bawah dan diyakini itu adalah dua buah gigi di bagian depan.
"Si kecil ini akan dievaluasi karena akan mengalami kesulitan saat menyusui harus dibawa ke dokter anak dan kemungkinan ke dokter gigi," tulis Angela dikutip dari laman Thesun.co.uk
Sabtu (18/9/2021) hari ini.
Sejatinya gigi kecil yang disebut dengan gigi natal itu jarang ditemui pada bayi yang baru lahir, hanya dua persen dari angka kelahiran bayi di dunia yang mengalaminya, tapi jika bayi baru lahir sudah memiliki gigi, bersiaplah untuk mengantisipasi segala hal yang akan terjadi terutama masalah saat menyusui.
"Karena bayi Anda mungkin secara tidak sengaja menggigit saat menyusui", kata dokter dari Stanford Children's Health, San Fransisco, Amerika Serikat.
Masalah yang lebih serius adalah si bayi bisa melukai dirinya sendiri karena gigi kecilnya itu masih longgar dan lemah, bisa tanggal atau patah kapan saja selama masa bayi.
Dan kalau itu terjadi si bayi akan memakan atau menyedot gigi natal itu dan masuk ke saluran makan. Kondisi itu bisa melukai lidah atau bibirnya atau menderita malnutrisi, tidak dapat menyusu dengan benar.
Mau tak mau pencegahan harus dilakukan yaitu dengan pembedahan jika X-ray menunjukkan gigi pada bayi terlihat longgar.
Sejatinya gigi pada bayi mulai tumbuh dalam usia enam bulan, tetapi gigi natal hadir sejak napas pertama bayi, sementara gigi natal muncul dalam 30 hari pertama kehidupan.
Para dokter bingung bagaimana hal itu bisa terjadi karena gigi yang tumbuh hampir selalu di gusi bawah bagian tengah.
Di India bahkan ada bayi yang lahir dengan tujuh gigi dan jadi bayi pertama di dunia yang mengalami hal tersebut.
“Tampaknya ada kecenderungan kondisi itu terjadi karena bawaan orangtua sebelum lahir. Ada 60 persen kasus melaporkan riwayat keluarga yang positif bayi mereka tumbuh gigi saat lahir,” kata mereka lagi.
Kondisi kesehatan orangtua berimplikasi pada pertumbuhan gigi natal ini.
Bagi kebanyakan orangtua di negara Eropa dan Asia, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kondisi ini, bahkan beberapa negara menyebut itu sebagai budaya bersifat takhayul.
Di Cina, Polandia, India dan Afrika, bayi dianggap monster jika mereka dilahirkan dengan gigi.
Namun di Inggris, diyakini kondisi tersebut sebagai tanda-tanda kalau si bayi bisa jadi penakluk dunia.
Editor: Aspian Nur