Kaum Wanita, Jangan Lakukan Ini Saat Ada di Dalam Toilet Umum
3 menit baca1.559 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Banyak wanita yang menghindari buang air kecil atau buang air besar di toilet umum.
Alasannya sederhana, karena mereka menghindari terpapar virus dari kotoran yang ada di dalam toilet karena digunakan banyak orang.
Kalau pun dengan terpaksa harus masuk ke toilet umum, para wanita biasanya memilih untuk tidak jongkok dengan sikap duduk sempurna di toilet duduk tapi meninggikan sedikit bagian paha agar tak melakukan kontak langsung dengan toilet duduk tersebut demi menghindari kuman masuk dalam tubuh.
Namun menurut Primrose Freestone, ahli mikrobiologi klinis dari University of Leicester, Inggris, menjelaskan hal itu tidak perlu dilakukan.
“Toilet umum memang mengandung banyak kuman, tapi bagi wanita yang masuk kesana tidak harus melakukan sesuatu yang membuat mereka khawatir saat dalam posisi terpaksa buang air kecil atau buang air besar,” kata dokter Freestone dikutip dari thesun.co.uk Senin (16/8/2021) hari ini.
"Tidak perlu berjongkok atau meninggikan bagian paha di atas toilet karena itu bisa menyebabkan cedera bahkan meningkatkan resiko infeksi," imbuhnya.
Tubuh manusia dilengkapi dengan lapisan bakteri baik yang berfungsi sebagai perisai pelindung yang sangat efektif untuk menghindari kuman kecil.
“Ada pula sistem kekebalan yang sangat baik melindungi kita terutama kaum wanita dari kuman jahat. Ada baiknya menghilangkan kekhawatiran terhadap kebersihan toilet umum, tapi harus lebih waspada terhadap ponsel anda,” ungkapnya.
Toilet mengandung kuman yang bisa membawa norovirus atau rotavirus yang bisa membuat penderitanya mengalami penyakit hepatitis A dan E.
"Jadi tentu saja, akan selalu ada resiko infeksi dalam menghadapi masalah feses (buang air besar)," ujarnya lagi.
Disarankannya para wanita untuk selalu membawa tisu antiseptik, membersihkan tangan setelah dari toilet umum setelah buang hajat.
“Ketika datang ke kamar mandi, dudukan toilet mungkin yang paling dikhawatirkan dan menyiramnya dengan air,” sebut dokter Freestone.
Padahal dalam sebuah studi di tahun 2011 silam, terungkap ketika toilet disiram, mikroba dengan cepat mengendap atau bersembunyi dibeberapa sudut bahkan di tisu toilet sekali pun. “Itulah mengapa selalu penting untuk menutup toilet setelah dari sana untuk menghindari mikroba karena saat disiram mikroba justru keluar. Ada baiknya saat menyiram langsung ditutup baru kemudian digunakan,” ucapnya.
Menurut dokter Freestone, sebenarnya sebagian besar penyakit usus melibatkan perpindahan bakteri dari tangan ke mulut sebagai akibat kontaminasi kotoran dari tangan, makanan dan permukaan.
“Kebiasaan kita adalah memainkan ponsel setelah keluar dari toilet padahal belum tentu tangan kita sudah bersih, hal ini yang juga harus diperhatikan. Hasil penelitian adeae 75 persen orang yang menggunakan ponsel di dalam toilet,” paparnya.
"Dan tentu saja, tidak semua orang mencuci tangan setelah mengunjungi toilet. Jadi kemungkinan besar pegangan pintu keluar utama akan terkontaminasi bakteri. Untuk menghindari kontaminasi ulang tangan bersih Anda saat meninggalkan toilet umum, gunakan siku, lengan baju atau tisu untuk membuka pintu," sebutnya.
Terpisah, terapis kesehatan wanita asal Inggris Brianne Grogan mengungkapkan hal yang sama.
"Masalah dengan melayang atau mengangkat bagian paha di atas toilet saat buang air kecil adalah otot-otot dasar panggul yang bisa membuat tegang dan beresiko cedera,” ujar Brianne.
"Ketegangan panggul ini membuat urine sulit mengalir dengan lancar, membuat anda harus mendorong atau jusstru menahan agar urine keluar dengan cepat. Hal itu dapat menyebabkan sakit pada organ panggul," ungkapnya
Stres karena harus melayang sedikit di atas dudukan toilet bisa membuat wanita tidak mengosongkan kandung kemih dengan benar. Akibatnya, dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih seperti sistitis.
“Jadi melakukan kerja keras untuk jongkok daripada duduk sempurna di toilet umum hanya membuang-buang waktu dan energy,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur










