Menurut spesialis penyakit dalam, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, virus corona merupakan 'penipu ulung'. Setiap pasien, bisa memiliki gejala yang berbeda-beda. Bisa dengan demam saja, batuk, pilek, diare, nyeri perut, pegal-pegal, atau tubuh terasa lemas. Jadi, bagaimana cara mengidentifikasinya?
"Pertama, kita mesti lihat batuk pileknya itu bukan yang biasa. Misalnya dia dengan demam tinggi, 37,5 (derajat celcius) ke atas, demam tidak biasa. Gejala virus yang lain juga sama, pegal-pegal, lemes," kata Ari.
Selain itu lebih baik amati terlebih dahulu selama 2-3 hari pertama. Jika kondisi tidak membaik, atau tubuh terasa semakin lemas, kamu wajib berhati-hati. "Setelah ini kita mesti rewind, dalam seminggu terakhir, kita ketemu siapa aja? Kalau pernah ketemu orang yang enggak pakai masker, nah hati-hati. Kalau saya seminggu ini cuma di rumah saja enggak pernah ketemu orang, mungkin batuk pileknya karena flu biasa. Jadi itu faktor yang penting, riwayat kontak kita rewind," papar Ari.
Jika tubuh masih terasa lemas, kemudian masih demam, berarti terjadi perkembangan gejala. Apalagi jika ditambah batuknya makin sering, pilek, dan disertai gejala lain, seperti sakit tenggorokan, kamu patut waspada. "Kalau sudah beberapa gejala, apalagi kalau dia anosmia (penciumannya hilang). Nah, ini sudah khas banget (Covid-19). Kadang-kadang kan nunggu sesak napas, jangan. Kalau sudah sesak napas itu sudah berat," tutup Ari. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di viva.co.id hari Rabu 4 November 2020 dengan judul Musim Hujan Rentan Batuk Pilek, Ini Bedanya dengan Gejala COVID-19