Spesialis gizi, dr. Florentina M. Rahardja, M.Gizi, menyebut bahwa konsumsi buah utuh lebih baik dibanding mengolahnya. Sebab kandungan nutrisi di dalamnya masih terjaga. "Kalau diolah bisa berkurang kandungan nutrisinya. Apalagi buah yang diolah (dengan cara) digoreng, dimasak sampai berubah warna. Buah itu sedemikian hebat bisa langsung dikonsumsi, jadi sebaiknya dikonsumsi langsung," kata Florentina.
Kalau kesulitan mengonsumsi buah, Anda bisa mengolah buah dengan cara diblender. "Bisa diblender, boleh kalau untuk anak kecil ya. Tapi sampai dimasak, dikeringkan, digoreng, komposisi zat gizi akan berkurang," sebutnya.
Florentina juga menjelaskan ada buah yang mengandung vitamin C lebih tinggi selain jeruk. "Kita tahu kalau vitamin C pasti jeruk, tapi ternyata jambu itu lebih tinggi vitamin C dibanding jeruk. Jeruk itu kandungan vitamin C-nya 50-60 miligram per 100 gram, jambu sekitar 226 miligram per 100 gram dan rendah lemak," ungkap Flo.
Buah nanas juga merupakan buah yang tinggi akan kalium. Kalium merupakan zat mineral yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh. Kalium ini memberikan perlindungan agar tubuh terhindar dari penyakit.
Dalam 100 gram nanas mengandung 222 miligram kalium. Selain itu, nanas juga diketahui mengandung bromelain, enzim yang membantu mekanisme pencernaan tubuh dalam memecah molekul protein kompleks, menjadi unit peptida yang lebih sederhana atau asam amino. Selain itu, eznzim ini juga merupakan zat anti inflamasi natural dan mampu membantu mempercepat proses recovery.
Soal mengonsumsi buah sendiri, Flow menjelaskan, penting untuk mengosumsi buah 2 hingga 3 porsi per hari. Untuk jumlah konsumsi, 1 porsi buah jambu itu 1 buah jambu besar (100 gram), 1 porsi nanas sama dengan 1/4 buah (95 gram). (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di viva.co.id hari Jumat 23 Oktober 2020 dengan judul Ternyata Vitamin C di Buah Jambu Lebih Tinggi daripada Jeruk