“Maksudnya, ketika makan bersama-sama anak taruh menu yang ada sayurannya di meja. Tahap awal, buat anak-anak yang tidak suka sayuran tidak perlu diapa-apakan terlebih dahulu,” kata Putu.
Pada tahap itu orangtua cukup mengonsumsi menu sayur yang sudah tersedia di meja makan. Biarkan anak melihat, jika anak mulai menyentuh makanan namun kemudian dikembalikan lagi, orangtua juga tidak perlu bereaksi apapun.
“Kasih dahulu asosiasi kepada anak makan itu happy dan relax bersama orangtua. Setelah dia dapat asosiasi itu, makan bukan sesuatu yang stressful, biasanya akan mudah masuk di esok harinya ketika dilakukan rutin, anak akan nyentuh saat kita rutin kasih di atas meja tanpa sadar,” jelas dia.
Saat anak sudah mulai menyentuh sayur yang disediakan di atas meja, orangtua juga tidak perlu berkomentar apapun. Atau memberikan sebuah ucapan penghargaan kepada anak, sebab kata Putu, umumnya ketika anak mendengar pujian itu dia akan taruh kembali sayur itu.
“Karena regulasi emosi anak belum baik jadi kadang merasa malu saat dipuji seperti itu di depan orang lain akan ditaruh lagi, treat bahwa hal itu normal,” sebut Putu. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di viva.co.id hari Kamis 1 Oktober 2020 dengan judul Trik Psikologis Agar Anak Mau Makan Sayur