Dikutip dari laman The Conversation, dokter kanker Inggris Prof Karol Sikora baru-baru ini mengklaim pandemi Covid-19 saat ini akan hilang sendiri. Menurutnya, jika ada lebih banyak infeksi daripada yang kita sadari dengan gejala ringan, itu menghasilkan kekebalan yang kuat, maka ini akan dengan cepat mengarah pada kekebalan kelompok alias herd immunity.
Namun, teori itu menimbulkan keraguan membiarkan virus hilang dengan sendirinya akan menjadi jawaban yang tidak masuk akal untuk masalah Covid-19 sehingga, banyak yang lebih merasa masuk akal membayangkan masa depan di mana kita bisa hidup berdampingan dengan SARS-CoV-2.
Nyatanya, virus SARS-CoV-1 tidak hilang dengan sendirinya. Sebaliknya, wabah tersebut sebagian besar dikendalikan oleh langkah-langkah kesehatan masyarakat sederhana seperti mengenali gejala (demam dan masalah pernapasan), mengisolasi dan mengkarantina kasus yang dicurigai, dan membatasi perjalanan semuanya.
SARS-CoV-1 paling mudah menular saat pasien sakit, sehingga dengan mengisolasi mereka yang memiliki gejala, Anda dapat secara efektif mencegah penyebaran selanjutnya. Hampir semua orang di planet ini akan tetap rentan terhadap SARS dalam beberapa dekade setelah menghilang.
Dalam jangka waktu yang mirip dengan virus sepupunya, SARS-CoV-2 telah terbukti lebih menular tetapi tampaknya tidak terlalu mematikan dibandingkan sepupunya yang lahir hampir 20 tahun lalu. Kekhawatiran tambahan, SARS-CoV-2 menyebar secara luas sebelum orang jatuh sakit alias Orang Tanpa Gejala (OTG).
Ini membuat tenaga kesehatan yang berbasis pada gejala, yang sebelumnya bekerja dengan baik untuk SARS, sebagian besar tidak mampu menahan penularan Covid-19. Intinya, kemudahan penularan ini berarti SARS-CoV-2 jauh lebih menantang untuk dikendalikan. Untuk itu, dianjurkan agar menjaga jarak serta mencuci tangan selama pandemi masih berlangsung. Menghindari kerumunan juga yang paling masuk akal mengingat banyaknya pasien OTG Covid-19. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di cnnindonesia.com hari Kamis 24 September 2020 dengan judul Pecah Rekor Lagi, Peneliti Sebut Alasan COVID-19 Terus Meningkat