Pil KB memiliki kelebihan dibandingkan jenis alat kontrasepsi lainnya karena lebih praktis sebab bentuknya tablet sehingga tidak perlu disuntikan atau dimasukan ke rahim. “Selain itu, Saat berhenti minum Pil KB pun tidak mempengaruhi kesuburan meski terkadang bisa makan waktu 2-3 bulan untuk bisa hamil,” ucap dr Cepi diwartakan sindonews.com.
Menurutnya. manfaat selain sebagai alat kontrasepsi, Pil KB ini bisa digunakan untuk mencegah timbulnya jerawat karena hormonal dan osteoporosis. Selain itu manfaat lainnya adalah dengan mengonsumsi Pil KB dapat membantu mengatur siklus haid menjadi teratur serta mengurangi nyeri saat haid.
“Sementara itu Anda sebaiknya memerhatikan aturan dalam mengonsumsi Pil KB dengan tepat. Pil KB ini memiliki efek samping seperti spotting, mual dan pusing. Pil KB juga bisa dikonsumsi saat haid atau saat tidak sedang haid tetapi harus dipastikan tidak hamil,” papar dr Cepi.
Dalam mengonsumsi Pil KB, usia tidak menjadi patokan seseorang dalam mengonsumsi Pil KB tersebut sebagai alat kontrasepsi. Sebaiknya wanita yang mengosumsi Pil KB termasuk kedalam usia reproduksi. “Tingkat efektivitas Pil KB dalam mengatur jarak kehamilan sehingga berhasil dalam menahan kehamilan seorang wanita ada diatas 90% apabila diminum secara teratur,” ungkap dr Cepi.
Bagi wanita, selama mengonsumsi Pil KB ini tidak ada pantangan makanan ataupun olahraga. Yang terpenting adalah tetap memiliki pola hidup sehat seperti makanan sehat, olahraga yang teratur dan istirahat yang cukup. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di sindonews.com hari Senin 21 September 2020 dengan judul
Tak Hanya Cegah Kehamilan, Ternyata Pil KB Bisa Atasi Gangguan Hormon