Meski kerap dipandang sebagai makanan kelas bawah, singkong sebenarnya mengandung banyak vitamin, mineral, dan serta yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Menurut dr. Ida Gunawan, M.S, Sp.GK(K),
“Singkong bisa dijadikan pengganti karbohidrat, cuma proteinnya lebih rendah dibanding nasi. Karbohidrat ini sumber energi,” katanya.
Selain umbi singkong, daun singkong juga memiliki nutrisi yang tak kalah bermanfaat. Namun, tingkat ketahanan nutrisinya sangat bergantung dari cara memasak. “Daun singkong kaya mineral, vitamin, dan serat, tapi kandungan ini kan tergantung cara mengolahnya. Kalau terlalu lama, vitamin larut airnya akan hilang,” kata dr. Ida.
Ada sebagian kalangan yang menolak mengonsumsi singkong, dengan alasan mengandung zat kimia berbahaya. Hal itu dibenarkan dr. Ida. “Singkong memang mengandung sianida, biasanya yang membuat rasa singkong lebih pahit, warnanya lebih ungu atau biru, itu ada sianidanya,” ujar dr. Ida. “Kalau di dalam daging singkong itu ada warna kebiruan atau ungu itu, lebih baik dibuang saja, karena efek sianida itu beracun, tergantung kadarnya. Kalau jumlahnya kecil bisa menyebabkan mual, muntah, kalau jumlahnya besar, bisa lebih berbahaya lagi,” katanya menambahkan. (vnc)