Isran mengatakan, keputusannya untuk menentukan pasangan di Pilgub 2018 tak mudah. Butuh satu tahun baginya untuk memantapkan pilihan, sebelum akhirnya memilih Hadi sebagai pendamping.
“Ada berbagai macam pertimbangan untuk menentukan akan siap berpasangan di Pilgub. Dan keinginan berpasangan ini tidak ada kaitannya dengan Pak Hadi sebagai kader PKS,” kata Isran, kepada wartawan.
Isran mengklaim mengantongi delapan nama sebagai pendampinginya di Pilgub Kaltim, namun ia lebih memilih Hadi. Bagi mantan Bupati Kutim ini, menentukan pasangan semata karena kepentingan integritas, moralitas dan kapasitas. Soal partai, itu urusan nanti.
“Tidak ada kaitannya dengan partai, ini keputusan yang kami ambil, karena petunjuk dari keyakinan kami berdua, dan petunjuk dari Allah. Serta juga doa kami berdua, mulai dari rumah sampai ke Mekah,” sebutnya.
Sementara Hadi Mulyadi mengaku ditodong Isran untuk mendampinginya di Pilgub Kaltim. Hadi sebelumnya mengaku maju mundur untuk menentukan pasangan. Apalagi posisinya masih sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI.
“Sebulan lalu saya ditodong Pak Isran untuk berpasangan. Dan sebelum saya menyatakan sikap, saya masih tarik ulur, dan karena Pak Isran yang panggil, makanya saya akan mundur sebagai anggota DPR RI untuk mendampingi sebagai cawagub,” kata Hadi.
Niat berpasangan dengan Isran, diakui Hadi, karena ada petujuk dari Allah. Apalagi Isran menjamin ke Hadi untuk mencari partai pengusung.
“Kalau di PKS, Maskur dan Sarwono sudah setuju sebelum kami menyatakan siap berpasangan. Dan kemudian petinggi partai di DPP juga sudah setuju kami berpasangan, tapi ini belum tertulis. Namun beliau semua sudah menyetujui secara lisan. Dan urusan tertulis itu gampang aja katanya,” ungkap Hadi. (sab)