Munculnya Setia Budi mendapat respon positif dari utusan 18 rayon kecamatan di wilayah Kukar. Mereka hadir untuk konsolidasi dan silaturahmi internal.
Rapat presedium itu, sejumlah peserta didominasi generasi muda.Mereka mengaku telah melebur menjadi organisasi yang besar. Pasca terbentuknya Keluarga Besar FKPPI, maka dua kekuatan yakni, Generasi Muda (GM) dan Ormas FKPPI telah menjadi satu organisasi bersama.
Dijelaskan Setia Budi dalam pertemuan presidium telah disosialisasikan FKPPI Kukar, tidak lagi terpisah antara Generasi Muda (GM) dan Ormas, intinya kini kebersamaan seluruh pengurus FKPPI sudah dalam satu wadah, rumah baru bernama Keluarga Besar FKPPI.
“Keluarga Besar namanya sekarang, tidak ada lagi GM atau Ormas senior, dan kami telah menyusun struktur kepengurus, termasuk Dewan Penasehat, yang diketuai pak Edy Subandi dan H Gufron Yusuf yang merupakan senior,“ tegas Setia Budi didampingi Toto Sunarto.
Komposisi sruktur organisasi diakui Setia Budi, sangat berimbang dengan hadirnya Toto Sunarto sebagai Sekretaris, Rusdiansyah, SP dan Wiwi Widiyani dari unsur pemuda, sedangkan tokoh senior lainnya, Drs H Heri Susanto dan Abidinsyah Kadrie sebagai wakil-wakil ketua.
Disebutkan Toto, pilihan hadirnya Ormas Keluarga Besar FKPPI ini, menjadi reuni ketika kekuatan pemuda turut andil bersama para tokoh pendirinya, pada 12 September 1978 ketika FKPPI terwujud.
Generasi Muda dan Ormas FKPPIpernah terpisah. Kini kekuatan ini bersepakat bergabung. Wujud penggabungan ini telah dideklarasi dalam forum Munas, antara Generasi Muda FKPPI dan Ormas FKPPI, pada 28 Maret 2015, yang sekaligus memilih Pontjo Soetowo sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar FKPPI dan Ketua Umum Generasi Muda FKPPI, Hans H Silalahi sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat Keluarga Besar FKPPI Masa Bakti 2015-2020.
Penyatuan FKPPI, sebagai upaya memperbesar kiprah dan berjalan efektifnya kerja organisasi, dalam mengawal agenda nasional yang diwujudkan dalam kegiatan pengabdian di masyarakat.
Untuk mensosialisasikan dan memperkuat konsolidasi pada pelantikan, nantinya juga dihadiri keluarga besar TNI-Polri. Hal ini diharapkan jadi momentum penting untuk menyatukan gerak dan sikap, termasuk akselerasi tentang program-program yang dapat saling mendukung. Melalui forum ini sinergi diharapkan, FKPPI yang ‘darah daging’ TNI –Polri dapat berperan aktif rsebagai pelopor dan pendukung utama terwujudnya program – program kesejahteraan rakyat khususnya di Kukar. Seperti turut andil mendukung suksesnya program bakti TNI manunggal rakyat, TNI kerjasama untuk program Ketahanan Pangan, Kemitraan Polri dan masyarakat untuk wujudkan Kamtibmas, serta sejumlah program lainnya yang bersentuhan langsung manfaatnya untuk kepentingan masyarakat luas.
Sejumlah pimpinan lembaga dijadwalkan ikut dalam pelantikan ini, Dandim 0906 Tenggarong, Danyon 611 Awang Long, Armed, Kaveleri, Polres Kukar, Pepabri, Warakawuri, Persit, Bayangkari Legium Veteran dan Dewan Harian Angkatan 45, serta sejumlah pihak yang turut membesarkan FKPPI Kukar.
Panpel telah mengagendakan silaturahmi ini. Menurut Setia Budi untuk lebih mendekatkan Keluarga FKPPI dengan para pimpinan lembaga aparatur baik di TNI- Polri. Harapannya, organisasi ini bisa di perkenalkan ke prajurit muda, agar mampu mengenal berbagai program FKPPI dan dapat mengajak keluarga besarnya turut menjadi anggota dan membesarkan organisasinya. “Kami akan menpererat kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pimpinan TNI-Polri sebagai bagian pembinaan mental serta motivasi anggota di wilayah masing-masing, sampai rayon,” ucapnya. (red-faz)