Tim ilmuwan menguji sepuluh koper, sampel diambil dari roda dan dasar koper berbahan lunak dan keras di stasiun kereta api bandara London, Inggris dan hasilnya setiap sampel roda mengandung ratusan koloni bakteri dan jamur yang jauh lebih banyak daripada yang ditemukan di toilet. Kuman-kuman ini dikaitkan dengan keracunan makanan, infeksi dan bahkan masalah pernapasan.
Uji laboratorium menunjukkan roda koper mengandung 400 koloni bakteri per tiga sentimeter persegi, yang lebih kecil dari kartu kredit dan hampir 40 kali lebih kotor daripada dudukan toilet rata-rata yang memiliki sekitar 10 koloni bakteri.
Peneliti menyebutkan koper berbahan lunak ternyata lebih buruk daripada koper berbahan keras, karena bahan kainnya menahan kelembapan dan kotoran yang menyebabkan pembentukan jamur. Lebih mengkhawatirkan lagi, banyak traveler tanpa sadar meletakkan roda koper yang penuh kuman langsung di atas tempat tidur hotel, meja dan rak lemari saat membongkar barang.
Para peneliti memeriksa roda koper di bawah mikroskop dan hasilnya menunjukkan kluster tebal jamur dan bakteri, mulai dari sisa kotoran manusia atau hewan hingga spora hitam berbulu dan mikroba yang mengelupas kulit.
Menurut data federal, sekitar 2,9 juta orang melewati bandara setiap hari, sehingga resiko penyebaran bakteri ini ke rumah dan hotel di seluruh negeri lebih tinggi dari sebelumnya.
“Koper terutama rodanya dan bagian bawahnya adalah magnet kuman yang bahkan lebih kotor daripada toilet,” ujar Amy-May Pointer, seorang mikrobiolog yang memimpin studi ini mengatakan kepada Travel+Leisure melansir dari laman dailymail.co.uk Senin (14/7/2025) hari ini.
Ilmuwan menyebut ini colony-forming units (CFU) atau koloni pembentuk unit yang pada dasarnya berapa banyak koloni bakteri yang hidup dipermukaan.
Studi yang diterbitkan di InsureandGo juga menunjukkan data bagian bawah koper memiliki sekitar 350 CFU per tiga sentimeter persegi bakteri. Tim juga mengambil sampel dari troli bagasi yang disentuh ribuan penumpang setiap hari, dan menemukan bahwa jumlah bakterinya 40 kali lebih banyak daripada toilet.
Diantara mikroba yang diidentifikasi di laboratorium adalah Staphylococcus aureus (Staph), bakteri kulit umum yang dapat menjadi berbahaya jika masuk ke luka atau mencemari makanan.
Mereka juga menemukan Serratia marcescens, kuman yang hidup di tempat lembap seperti kamar mandi dan dikenal menyebabkan infeksi saluran kemih dan luka, terutama di rumah sakit. Kemudian ada Bacillus cereus, bakteri yang sering ditemukan di tanah dan lantai, yang terkait dengan keracunan makanan.
Uji laboratorium juga mendeteksi Aspergillus niger dan Penicillium, dua jenis jamur hitam yang biasanya tumbuh di luar ruangan atau di lantai. Jamur-jamur ini diketahui dapat memicu alergi dan masalah pernapasan.
Yang paling mengkhawatirkan adalah adanya Ecoli yang diduga menjadi tanda peringatan kontaminasi feses. Kehadirannya menunjukkan roda troli kemungkinan mengumpulkan jejak dari toilet, trotoar kotor, atau bahkan kotoran burung. “Intinya adalah mikroba sangat beragam, mencerminkan semua tempat yang pernah dilalui koper,” saran Pointer.
“Ini memperkuat rekomendasi untuk menjauhkan koper dari permukaan bersih seperti tempat tidur dan membersihkannya secara mendalam sesekali,” paparnya.
Meskipun bakteri ini tidak selalu menyebabkan penyakit secara langsung, para ahli mengatakan mereka membentuk “lapisan kotoran umum” yang mudah menyebar, terutama saat koper diletakkan di tempat tidur hotel atau karpet di rumah.
Para ahli merekomendasikan untuk tidak meletakkan tas di tempat tidur dan selalu menggunakan rak koper atau meninggalkannya di lantai untuk menghindari kontaminasi lebih lanjut.
“Membersihkan roda dan dasar koper dengan lap desinfektan atau kain berbusa dapat secara signifikan mengurangi jumlah bakteri,” kata Pointer. “Ini adalah langkah kecil yang mencegah anda membawa bakteri dari lantai kamar mandi ke rumah (dan ke tempat tidur). Sesekali anda dapat melakukan pembersihan mendalam secara berkala pada koper,” imbaunya.
Studi ini tidak secara langsung menyarankan koper berbahaya tetapi menunjukkan koper adalah satu dari sumber kontaminasi yang sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. “Ini lebih tentang pencegahan. Jika memungkinkan, hindari menggeser koper melalui area yang jelas-jelas kotor,” kata Pointer.
“Misalnya, jangan menyeretnya ke dalam bilik toilet jika bisa dihindari. Semakin sedikit kotoran yang menempel pada roda koper semakin sedikit yang perlu Anda khawatirkan nanti,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur