Kopi akan Diberi Label Peringatan Penyebab Kanker
2 menit baca998 kali dibaca

LOS ANGELES - Kopi telah diakui memiliki daftar panjang manfaat bagi kesehatan seseorang. Namun, di California kopi akan mendapatkan peringatan karena bisa menyebabkan kanker.
Sebuah tuntutan hukum yang diajukan oleh Council for Education and Research on Toxics pada tahun 2010 berusaha meminta penjual kopi, termasuk Starbucks, BP, Gloria Jean dan 7-Eleven untuk memberikan memperingatkan tentang konsumsi akrilamida. Akrilamida merupakan bahan kimia penyebab kanker yang mungkin diproduksi saat biji kopi dipanggang.
Dalam keterangan itu, penjual kopi diharuskan memberi tahu pelanggan jika produk mereka mengandung 65 bahan kimia, termasuk akrilamida, yang terkait dengan kanker, cacat lahir atau masalah reproduksi lainnya. Mengalami kegagalan mendorong peringatan karsinogen, gugatan tersebut menuduh, warung kopi tersebut melanggar kebijakan ini.
Laporan CNN menyatakan, sejauh ini sudah ada 13 derdakwa termasuk 7-Eleven, telah menetap dan setuju untuk mengirim peringatan. Sembilan tambahan terdakwa akan ambil bagian dalam mediasi tertutup pada 8 Februari. Jika mereka tidak dapat mencapai penyelesaian, hakim kemungkinan akan mengambil keputusan akhir tahun ini.
"Bahan kimia yang diketahui ke Negara Bagian California menyebabkan kanker dan toksisitas reproduksi, termasuk akrilamida, hadir dalam kopi, makanan panggang, dan makanan atau minuman lain yang dijual di sini. Acrylamide tidak ditambahkan ke produk kami, namun hasil dari masakan, seperti saat biji kopi dipanggang. Akibatnya, akrilamida ada di kopi," tulis gugatan tersebut, dikutip dari People, Kamis (1/2).
Peritel kopi telah berjuang melawan tuntutan tersebut, dengan alasan kadar akrilamida dalam minuman tidak berbahaya. Manfaat kesehatan yang ditawarkan kopi jauh lebih besar daripada risikonya.
"Kopi telah ditunjukkan, lagi dan lagi, untuk menjadi minuman sehat. Pedoman Diet Pemerintah AS menyatakan bahwa kopi dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat," ujar CEO National Coffee Association Bill Murray.
Tuntutan hukum tersebut, menurut Murray, cukup membingungkan konsumen. Degan adanya tuntutan itu berpotensi mengolok-olok peringatan kanker pada saat masyarakat membutuhkan informasi yang jelas dan akurat tentang kesehatan.
Penelitian telah menunjukkan bahwa kopi mengandung antioksidan anti kanker dan dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Bahkan bisa membantu orang hidup lebih lama dan usia lebih baik. Namun, pada tahun 2016, Badan International Agency for Research on Cancer (IARC), yang merupakan bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia, menyimpulkan bahwa minum minuman yang sangat panas dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan.
Akrilamida, yang terbentuk saat gula dan asam amino dimasak pada suhu di atas 150 derajat, tidak terbatas pada kopi. Bahan kimia ini juga ditemukan pada makanan gorengan, seperti kentang goreng dan keripik kentang, serta makanan bayi dan makanan panggang. (rol)










