Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim, Heru Pratama mengatakan bahwa realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang dapat dicapai sampai dengan triwulan III 2024 menunjukkan subsektor pertambangan mengalami penambahan investasi sebesar Rp5,15 triliun.
“Investasi ini memberikan kontribusi terhadap realisasi investasi seluruh sektor usaha sebesar 36,12 persen,” tegasnya kepada Korankaltim.com, Kamis (12/12/2024).
Tak hanya itu, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebagai kontributor kedua mencapai Rp1,62 triliun atau 11,37 persen dan tanaman pangan, perkebunan dan peternakan berada diposisi ketiga Rp1,27 triliun atau 8,91 persen.
“Secara keseluruhan terdapat sekitar 22 subsektor usaha yang berkontribusi terhadap nilai investasi PMDN pada Triwulan III tahun 2024,” ucap dia.
Sementara, dari sisi penyerapan tenaga kerja, terdistribusi subsektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan yang menyerap tenaga kerja Indonesia paling banyak yaitu 8.913 orang atau 50,60 persen dari total jumlah tenaga kerja Indonesia yang terserap melalui tambahan investasi PMDN.
“Ini bagian dari upaya kita yang menjalankan program Presiden Prabowo yang mendorong swasembada pangan di seluruh Indonesia termasuk Kaltim,” bebernya.
Selanjutnya, pada subsektor Pertambangan telah menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 4.443 orang atau 25,22 persen dari total seluruh tenaga kerja Indonesia yang terserap.
“Subsektor industri makanan menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 871 orang atau 4,94 persen,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pihaknya masih akan terus berupaya untuk mencapai target realisasi investasi sebesar Rp76,02 triliun di 2024. Namun, sepanjang tahun ini pihaknya telah mencatat perkembangan investasi di seluruh sektor sebesar Rp55 triliun.
Editor: Erwin